BERITA SUKABUMI – Kepolisian Sektor Nagrak memastikan informasi pembegalan di Jalan Pasir Kerak, tepatnya di kawasan jembatan tol Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, merupakan rekayasa yang dilakukan seorang pria bernama Agus. Rekayasa itu dibuat untuk menutupi uang titipan paket yang telah ia gunakan untuk bermain judi online.
Kepala SPKT Polsek Nagrak, Aipda M. Chusairi, mengatakan kasus tersebut terungkap setelah Agus memberikan keterangan yang berubah-ubah saat diperiksa petugas.
“Sekira pukul 23.00 WIB, Agus mengaku dibegal oleh tiga pengendara motor. Ia menyebut terjadi perkelahian dan tas berisi uang Rp2.700.000 dirampas,” ujar Aipda Chusairi kepada inilahsukabumi.com, Jum’at (28/11/2025).
Sebelumnya, video rekayasa tersebut sempat beredar luas di Facebook, TikTok, dan WhatsApp, hingga membuat warga Ciambar resah karena mengira wilayahnya tidak aman.
Menanggapi keresahan warga, Kapolsek Nagrak langsung memanggil Agus untuk pemeriksaan lanjutan. Dalam penyelidikan, fakta sebenarnya akhirnya terungkap.
Chusairi menjelaskan, Agus yang bekerja sebagai pengemudi ojek online sekaligus pengambil pesanan TikTok Shop, membawa paket dengan nilai total sekitar Rp3.200.000. Dari jumlah itu, Rp2.500.000 merupakan uang tunai titipan konsumen, dan sisanya sebesar Rp700.000 melalui transfer. Namun, uang setoran tersebut digunakan Agus untuk bermain judi online.
“Di ponselnya terdapat histori transaksi top up Rp250.000, Rp300.000, hingga penarikan Rp1.000.000. Dalam satu hari habis sebanyak itu,” imbuh Chusairi.
Karena uang setoran diminta pihak ekspedisi sementara uangnya sudah habis, Agus kemudian membuat skenario pembegalan palsu. Merasa curiga, warga dan mertua Agus berinisial AM akhirnya membawa Agus ke Polsek Nagrak untuk membuat laporan. Setelah diperiksa lebih dalam, Agus mengakui perbuatannya.
“Saya mengakui bahwa kejadian begal di Ciambar itu rekayasa saya sendiri karena uang setoran paket sudah saya gunakan,” ujar Agus di hadapan anggota Polsek Nagrak.
Agus, yang berdomisili di Cisaat dan memiliki istri di Desa Ginanjar, juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Ciambar.
“Saya minta maaf kepada masyarakat Kecamatan Ciambar atas kejadian ini. Semua itu murni rekayasa saya sendiri,” ungkapnya penuh sesal. (*)
Reporter: Idam
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Uang Paket Dipakai Judol, Pengemudi Ojol di Nagrak Sukabumi Ngaku Dibegal first appeared on Inilah Sukabumi.



















