INILAHSUKABUMI.COM – Nilai utang pemerintah Indonesia tercatat mencapai Rp9.637,90 triliun per 31 Desember 2025. Jumlah tersebut setara dengan 40,46 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), berdasarkan data resmi Kementerian Keuangan.
Angka utang pemerintah tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp229,26 triliun dibandingkan posisi per 30 September 2025 yang tercatat sebesar Rp9.408,64 triliun. Peningkatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan perlambatan ekonomi sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, komposisi utang pemerintah didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai Rp8.387,23 triliun atau setara 87,02 persen dari total utang. Sementara itu, pinjaman pemerintah tercatat sebesar Rp1.250,67 triliun atau sekitar 12,98 persen dari total utang nasional.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa peningkatan utang pemerintah tidak terlepas dari dampak perlambatan ekonomi yang terjadi pada 2025. Menurutnya, langkah tersebut merupakan kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah krisis yang lebih dalam.
“Ini terpaksa dilakukan karena adanya perlambatan signifikan. Pilihannya adalah menghadapi krisis seperti tahun 1998 atau meningkatkan utang sedikit agar ekonomi tetap selamat, kemudian kita tata ulang kembali,” ujar Purbaya di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026) kemarin.
Meski mengalami kenaikan, rasio utang pemerintah masih berada dalam batas aman. Hal ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara yang menetapkan batas maksimal rasio utang sebesar 60 persen terhadap PDB.
Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pengelolaan utang pemerintah tetap dilakukan secara hati-hati, transparan, dan terukur guna menjaga keberlanjutan fiskal serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. (*)
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Utang Pemerintah Tembus Rp9.637 Triliun first appeared on Inilah Sukabumi.



















