Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI — Penolakan terhadap proyek pengeboran energi panas bumi (geothermal) di kaki Gunung Halimun kembali menguat. Ratusan warga dari lima kampung di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, mendatangi kantor desa untuk menyampaikan aspirasi penolakan, Senin (19/1/2026).
Warga menilai pemerintah tidak terbuka terkait rencana proyek tersebut. Mereka menuntut kejelasan sekaligus menolak tegas aktivitas pengeboran panas bumi di wilayahnya.
Tokoh masyarakat Kampung Sirnarasa, Dedi Mulyadi, menyebut mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Sekitar 80 persen warga adalah petani yang telah puluhan tahun menggarap lahan, termasuk di kawasan hutan.
“Kami menolak adanya geothermal di Desa Sirnarasa karena tidak ada keterbukaan pemerintah. Kami khawatir anak cucu kami tidak lagi bisa bertahan dari pertanian,” ujar Dedi.
Dedi menambahkan, aksi ini bukan demonstrasi melainkan upaya duduk bersama dengan pemerintah desa. Kekhawatiran warga semakin besar karena salah satu titik pengeboran (wellpad) berada kurang dari satu kilometer dari permukiman.
“Ini bukan demo, kami hanya ingin duduk bersama mencari solusi. Lokasi pengeboran terlalu dekat dengan permukiman, dan itu sangat mengkhawatirkan,” katanya.
Menurut warga, pengalaman proyek geothermal di daerah lain menunjukkan dampak negatif lebih besar dibandingkan manfaat. Penolakan kali ini melibatkan warga dari Kampung Cisarua, Sirnarasa, Ciganas, Panguyangan, dan Ciempang.
Meski Kepala Desa tidak hadir, warga tetap bertahan di kantor desa menunggu pernyataan resmi. Sekretaris Desa Sirnarasa, Cakra Riganda, menyebut aspirasi warga sebagai masukan positif.
“Kami siap menjembatani masyarakat dengan pihak perusahaan. Namun keputusan menolak atau melanjutkan proyek harus dibahas bersama pemerintah kecamatan, kabupaten, hingga provinsi,” jelasnya.(ndi/t)
The post Warga Sirnarasa Sukabumi Bersatu Tolak Proyek Geothermal appeared first on Radar Sukabumi.



















