Sukabuminow.com || Program pipanisasi yang diinisiasi oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi bersama Yayasan Gerak Bareng dinilai berhasil menciptakan solusi jangka panjang terhadap krisis air bersih di wilayah rawan. Hal ini sekaligus menjadi model kolaboratif yang layak direplikasi di daerah lain.
Salah satu bentuk nyata dari program tersebut diwujudkan di Desa Sukajadi, Kecamatan Cimanggu. Program ini mampu menjangkau warga dengan pasokan air bersih dari mata air Gunung Cigajih sejauh 3,5 kilometer. Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa pendekatan lintas sektor dapat menjawab tantangan infrastruktur dasar di pedesaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menjelaskan bahwa peran NGO dan komunitas sangat krusial dalam mendukung ketersediaan air bersih di desa-desa.
“Program ini adalah contoh bahwa kerja sama pemerintah dengan NGO dan masyarakat bisa menghasilkan dampak besar. Bahkan, ini akan menjadi pilot project yang bisa direplikasi di desa-desa lain yang menghadapi persoalan serupa,” ungkap Herdi, Rabu (6/8/25).
Menurutnya, keberhasilan program ini juga ditopang oleh keberadaan Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KPSPAM) yang dibentuk oleh desa. KPSPAM menjadi ujung tombak dalam pemeliharaan dan pengelolaan sarana secara berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa sarana yang dibangun tidak hanya selesai dalam jangka pendek, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, peran serta masyarakat sangat penting,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ketersediaan air bersih adalah bagian dari hak dasar warga yang harus dipenuhi dan dijaga bersama.
“Pembangunan fasilitas seperti ini tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata, tapi harus menyentuh aspek sosial dan kemandirian warga dalam pengelolaannya,” tutupnya.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana
The post Yayasan Gerak Bareng dan Disperkim Sukabumi Hadirkan Solusi Inovatif untuk Desa Rawan Air appeared first on Sukabuminow.com.







