Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI— Kondisi tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, kembali menuai keluhan warga. Bau menyengat yang ditimbulkan dinilai semakin mengganggu aktivitas masyarakat dan memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan.
Sejumlah warga mengaku tidak nyaman karena bau menyebar hingga ke permukiman. Bahkan, beberapa di antaranya dilaporkan mengalami sesak napas yang diduga berkaitan dengan lingkungan sekitar TPA.
Sorotan juga datang dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi yang mendesak pemerintah segera mengambil langkah serius. Mereka menilai persoalan ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga ancaman kesehatan masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Ayi Jamiat, mengakui adanya bau menyengat di kawasan TPA.
“Memang betul kondisinya bau menyengat. Untuk laporan warga yang mengalami sesak napas, nanti akan kami cek dan koordinasikan dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya, Senin (27/04).
DLH bersama Dinas Kesehatan berencana melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan penyebab utama keluhan warga. Sebagai langkah penanganan, DLH akan mengoptimalkan metode landfill dengan meratakan dan menutup sampah menggunakan tanah secara berkala.
“Setiap tujuh hari sampah diratakan lalu ditutup tanah. Kendalanya kemarin karena hujan, sehingga tanah menjadi lengket,” jelas Ayi.
Diketahui, volume sampah yang masuk ke TPA Cikundul mencapai sekitar 190 ton per hari. Dari jumlah itu, sekitar 110 ton masuk ke TPA, sementara sisanya diolah melalui TPS 3R.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kesehatan dan kenyamanan warga. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah efektif agar persoalan sampah tidak semakin meluas.(ris/d)
The post 190 Ton Sampah Masuk Cikundul Setiap Hari, Bau Menyengat Dikeluhkan appeared first on Radar Sukabumi.

















