INILAHSUKABUMI.COM – Bencana pergeseran tanah yang terjadi di Kampung Cijambe RT 05 RW 07, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, mengakibatkan kerusakan puluhan rumah warga serta memaksa sejumlah keluarga mengungsi demi keselamatan. Dampak bencana ini dirasakan langsung oleh puluhan jiwa yang tinggal di wilayah terdampak.
Peristiwa pergeseran tanah mulai terjadi pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB dan terus berlangsung hingga Jumat (27/2/2026). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang turun secara terus menerus selama beberapa hari menjadi penyebab utama terjadinya bencana tersebut.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung, Sihabudin, mengatakan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan dampak yang semakin serius, terutama pada bangunan rumah warga.
“Sejak Senin hingga Jumat, kami terus melakukan pemantauan. Kondisi retakan pada dinding dan lantai rumah warga dilaporkan semakin melebar,” ujar Sihabudin, Sabtu (28/2/2026).
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 25 rumah warga mengalami kerusakan berat akibat pergeseran tanah. Kerusakan tersebut mengancam keselamatan penghuni dan membuat bangunan tidak lagi layak ditempati.
Dampak paling signifikan terlihat dari adanya empat kepala keluarga dengan total 13 jiwa yang terpaksa mengungsi ke rumah kerabat untuk menghindari risiko yang lebih besar. Selain itu, satu pondok pesantren milik Muhamad Abdul Muizzul Falah dengan jumlah 20 santri juga terdampak bencana ini.
Baca Juga: Sungai Cipangasahan di Cibadak Sukabumi Meluap, 11 Rumah Terdampak
Secara keseluruhan, bencana pergeseran tanah berdampak langsung pada satu wilayah RT dengan puluhan jiwa terdampak, baik dari sisi kerusakan tempat tinggal, gangguan aktivitas harian, hingga ancaman keselamatan warga.
Selain kerusakan fisik, bencana ini juga menyebabkan warga mengalami ketidakpastian tempat tinggal dan meningkatkan risiko kerugian ekonomi akibat kerusakan aset serta terganggunya aktivitas sehari-hari.
P2BK Bantargadung bersama pemerintah desa, pihak kecamatan, TNI, dan Polri telah melakukan koordinasi untuk penanganan darurat dan pemantauan lanjutan guna mencegah dampak yang lebih luas.
“Kami terus melakukan pemantauan secara berkala dan berkelanjutan untuk memastikan kondisi tetap terkendali,” tambah Sihabudin.
Saat ini, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan masih mendung. Warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pergerakan tanah susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Berdasarkan hasil asesmen awal, kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah pengkajian kondisi tanah oleh instansi terkait untuk memastikan tingkat kerawanan serta menentukan langkah penanganan lanjutan guna melindungi keselamatan warga. (*)
Reporter: Karimullah
Redaktur: Rendi Rustandi
The post 25 Rumah Rusak Berat di Bantargadung Sukabumi, Puluhan Warga Mengungsi first appeared on Inilah Sukabumi.



















