INILAHSUKABUMI.COM – Kepanikan pecah di kaki perbukitan Gunung Pasirmuncang, Kampung Cijiwa, Desa Nangerang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi.
Seorang peternak bernama Asud (Mang Asud) jatuh pingsan tak berdaya saat menyaksikan kandang sekaligus tujuh ekor domba titipan yang ia rawat luluh lantak diterjang material longsor, Rabu (15/4/2026) sore.
Bencana tanah longsor ini terjadi menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak siang hari. Sekitar pukul 16.00 WIB, tebing di perbukitan tersebut ambrol dan langsung menghantam bangunan kandang kayu sederhana milik Mang Asud yang berada tepat di bawahnya.
Baca juga : Detik-detik Mencekam Bukit Pasirmuncang Longsor di Jampang Tengah, Lumpur Dekati Teras, Warga: Kami Panik
Pingsan karena Syok
Saksi mata sekaligus warga setempat, Muhamad Apipudin (27), menceritakan momen dramatis saat Mang Asud berusaha menyelamatkan hewan ternaknya. Saat gemuruh longsor terdengar, Mang Asud sempat berlari ke arah kandang. Namun, cepatnya pergerakan tanah membuatnya hanya sempat menyelamatkan sekarung rumput.
“Mang Asud tiba-tiba pingsan di dekat rumah tetangga. Beliau syok berat melihat kandang dombanya roboh rata dengan tanah diterjang longsor,” ungkap Apipudin kepada InilahSukabumi.com, Kamis (16/4/2026).
Warga yang melihat kejadian tersebut segera mengevakuasi Mang Asud ke lokasi yang lebih aman. Mengingat rumah korban hanya berjarak 100 meter dari titik rawan, warga memilih membawanya ke rumah penduduk yang tidak terancam material tanah.
Aksi Heroik Warga Selamatkan Ternak Kiai
Meski kondisi mencekam, warga Kampung Cijiwa menunjukkan solidaritas luar biasa. Secara bergotong royong, mereka membongkar reruntuhan kayu dan lumpur untuk mencari tujuh ekor domba.
Ajaibnya, ketujuh domba tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Diketahui, domba-domba tersebut bukan milik pribadi Mang Asud, melainkan milik Pimpinan Pondok Pesantren Al Falah Cijiwa, KH Mudrikah, yang dipelihara dengan sistem bagi hasil (maro).
“Alhamdulillah, semua domba berhasil diselamatkan warga setelah kandangnya roboh,” tambah Apipudin.
Dua Keluarga Mengungsi
Bencana ini tidak hanya merusak fasilitas peternakan, tetapi juga mengancam pemukiman. Hingga berita ini diturunkan, sedikitnya dua Kepala Keluarga (KK) dengan total tujuh jiwa terpaksa mengungsi karena material lumpur sudah merayap hingga ke teras rumah mereka.
Suasana di Desa Nangerang hingga saat ini masih diselimuti kewaspadaan tinggi, mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi memicu longsor susulan di area Gunung Pasirmuncang.
Redaktur : Budiyanto
The post Detik-detik Menegangkan! Peternak di Jampang Tengah Pingsan Saksikan Kandang dan 7 Dombanya Diterjang Longsor Gunung Pasirmuncang first appeared on Inilah Sukabumi.











