Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sukabumi

Pengembangan Kopi Berkelanjutan Tumbuh di Lereng Gunung Salak Sukabumi

×

Pengembangan Kopi Berkelanjutan Tumbuh di Lereng Gunung Salak Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Petani kopi mengoperasikan mesin pengolahan biji kopi di Rumah Belajar (RUBE) Kopi Cipeuteuy, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Foto: Ist

INILAHSUKABUMI.COM – Inisiatif pengembangan kopi berbasis keberlanjutan berkembang di lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi. Program ini mendorong penguatan kapasitas petani serta penerapan praktik agroforestri di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Example 300x600

Program pengembangan kopi dijalankan oleh Absolute Coffee bersama komunitas petani di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat rantai nilai kopi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah sekitar Gunung Salak.

Pendiri Absolute Coffee, Muhamad Kosar, mengatakan pengembangan usaha kopi tidak hanya berorientasi pada bisnis. Inisiatif ini juga menjadi langkah membangun ekosistem kopi yang menempatkan petani sebagai bagian utama dalam rantai nilai produksi.

Menurut Kosar, budidaya kopi di kawasan lereng Gunung Salak dikembangkan melalui pendekatan agroforestri. Pendekatan ini menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi kopi, kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan petani di wilayah penyangga taman nasional.

Dalam pelaksanaannya, Absolute Coffee mendampingi tujuh Kelompok Tani Hutan (KTH) dan 13 Kelompok Tani (Poktan) untuk meningkatkan kualitas budidaya kopi. Pendampingan meliputi pemilihan bibit, pengelolaan kebun, hingga teknik panen selektif dengan memetik buah kopi merah yang sudah matang.

Petani juga didorong memperbaiki proses pascapanen melalui teknik fermentasi dan pengeringan yang lebih baik agar kualitas biji kopi meningkat dan memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar.

Kosar menjelaskan pengembangan ekosistem kopi mendapat dukungan dari Star Energy Geothermal yang beroperasi di kawasan Gunung Salak. Dukungan meliputi pendanaan untuk penguatan infrastruktur usaha, peningkatan kapasitas budidaya dan pascapanen, serta pengembangan branding produk untuk memperluas akses pasar.

Saat ini usaha kopi yang dikelola Absolute Coffee mencatat rata-rata omzet sekitar Rp150 juta per tahun. Selain penguatan produksi, pengelola juga membangun kedai kopi desa yang melahirkan Rumah Belajar (RUBE) Kopi Cipeuteuy sebagai ruang edukasi bagi petani, mahasiswa, peneliti, hingga wisatawan untuk mempelajari proses kopi dari kebun hingga menjadi secangkir minuman.

“Dukungan ini mendorong peningkatan kapasitas teknis dalam pengelolaan usaha kopi sehingga lebih efektif, profesional, dan berdampak pada peningkatan produktivitas serta pendapatan petani,” pungkasnya. (*)

Redaktur: Rendi Rustandi

The post Pengembangan Kopi Berkelanjutan Tumbuh di Lereng Gunung Salak Sukabumi first appeared on Inilah Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *