SUKABUMI — Keluhan wisatawan terkait pengelolaan parkir di kawasan wisata Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi ramai diperbincangkan di media sosial, Rabu (25/3/2026).
Pengunjung menyoroti kondisi parkir yang dinilai tidak tertib serta adanya dugaan pungutan liar.
Salah seorang wisatawan mengaku kesulitan saat hendak keluar dari area parkir karena kendaraan terparkir semrawut.
“NU masalahna mah ngomong karcis parkir, tapi mobil semrawut parkir, hese kaluar,” ungkapnya.
Baca Juga: Terekam CCTV, Mobil Ngebut hingga Terguling di Exit Tol Parungkuda Sukabumi
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa praktik pengelolaan parkir yang tidak tertib maupun pungutan tidak jelas tidak dapat dibenarkan.
Ia menekankan pengelola wisata memiliki kewajiban menjamin kenyamanan dan keselamatan pengunjung sesuai aturan kepariwisataan.
“Pengelola memiliki tanggung jawab penuh terhadap keselamatan dan kenyamanan pengunjung. Ini bukan sekadar layanan, tapi kewajiban,” tegasnya.
Baca Juga: Tak Lagi Macet, Arus Balik Lebaran di Bagbagan Sukabumi Hari Ini Lancar
Ali juga mengingatkan bahwa setiap pungutan, termasuk parkir, harus dilakukan secara transparan dan sesuai standar.
Di antaranya dengan keberadaan petugas resmi, rambu parkir, serta pengaturan kendaraan yang tertib.
Di sisi lain, pihak pengelola kawasan di bawah Grand Inna Samudra Beach Hotel memberikan klarifikasi terkait tarif yang dikeluhkan. Belakangan kondisi parkir wisata di kawasan hotel plat merah ini jadi sorotan netizen.
Baca Juga: Sampai Belajar Bahasa Sunda, Viral Warga Kalbar Mau Pinjam KDM Buat Perbaiki Jalan
General Manager Grand Inna Samudra Beach Hotel, Reza Bram Adiguna, menjelaskan bahwa biaya yang dikenakan kepada pengunjung sebesar Rp 30.000 merupakan tarif parkir, bukan tiket masuk kawasan pantai.
Menurutnya, kawasan pantai tetap merupakan ruang publik, sementara pengelolaan parkir dilakukan secara resmi dan telah tercatat sebagai bagian dari pajak daerah.
Di tengah polemik tersebut, perhatian terhadap aspek keselamatan juga kembali mencuat. Insiden kecelakaan laut yang menimpa seorang remaja di kawasan pantai selatan beberapa waktu lalu menjadi pengingat bahwa pengelolaan wisata tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga perlindungan pengunjung.
Masyarakat pun berharap adanya pembenahan menyeluruh, baik dari sisi penataan parkir maupun pengawasan di lapangan, agar kenyamanan serta citra wisata Palabuhanratu tetap terjaga.
The post Parkir Wisata Mahal tapi Semrawut di Palabuhanratu Disorot, Dinas dan Pengelola Beri Klarifikasi first appeared on Sukabumi Ku.



















