
Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI – Pesona jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara, Situ Gunung Suspension Bridge, tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya pada musim libur Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M. Destinasi unggulan di kaki Gunung Gede Pangrango ini mencatat penurunan jumlah wisatawan yang cukup signifikan.
Kepala Seksi PTN Wilayah IV Situ Gunung Sukabumi, Amru Ikhwansyah, menyebutkan penurunan kunjungan mencapai 30–50 persen dibandingkan tahun lalu. “Khusus untuk Suspension Bridge, trennya turun cukup tajam. Sejak hari pertama Lebaran, total pengunjung hanya sekitar 4.000–5.000 orang,” ujarnya, Kamis (26/03).
Puncak kunjungan terjadi pada Senin (23/03) dengan 1.800 wisatawan. Namun, angka itu segera melandai seiring arus balik Lebaran. Meski demikian, pengelola optimistis kunjungan akan kembali meningkat pada akhir pekan mendatang, mengingat Suspension Bridge masih menjadi primadona Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), bersaing dengan Curug Cibeureum di Cibodas.
Amru menjelaskan, ada dua faktor utama yang memicu penurunan. Pertama, cuaca ekstrem yang sempat memaksa penutupan seluruh kawasan TNGGP pada Jumat (20/03). Kedua, titik jenuh pasar, di mana masyarakat mulai mencari alternatif destinasi baru setelah berulang kali berkunjung ke Situ Gunung.
“Mungkin masyarakat sudah pernah datang ke sini, jadi mereka mencari lokasi lain. Selain itu, faktor cuaca sangat menentukan untuk wisata berbasis alam terbuka,” tambahnya.
Meski jumlah menurun, profil wisatawan tetap didominasi pengunjung luar daerah, terutama dari Bogor dan Jakarta, serta beberapa dari luar Jawa yang sedang mudik ke Sukabumi. Wisatawan asing juga ada, namun jumlahnya relatif kecil. (den/d)
The post Libur Lebaran 2026: Jembatan Gantung Tak Lagi Ramai appeared first on Radar Sukabumi.



















