JAKARTA – Di tengah krisis BBM energi global akibat konflik di Timur Tengah, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah cepat untuk mengamankan pasokan energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan dirinya mendapat instruksi langsung untuk mencari pasokan minyak mentah dari berbagai negara.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas terganggunya jalur distribusi strategis, terutama setelah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu penutupan Selat Hormuz, jalur vital yang menghubungkan sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia.
“Bapak Presiden memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026). Selain mencari sumber pasokan baru, pemerintah juga diminta mengoptimalkan potensi energi dalam negeri, termasuk meningkatkan kapasitas produksi kilang.
Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak langsung karena sekitar 20 persen impor energi nasional melewati Selat Hormuz. Potensi gangguan pasokan ini mendorong pemerintah bergerak cepat mencari alternatif sumber minyak mentah agar kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi.



















