
Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI – Libur Lebaran Idulfitri 1447 H tidak seramai tahun-tahun sebelumnya bagi destinasi unggulan wisata di kaki Gunung Gede Pangrango. Situ Gunung mencatat penurunan jumlah wisatawan hingga 30–50 persen dibanding periode sebelumnya.
Sejumlah warganet menyoroti kondisi tersebut. Rizal_rni menulis dalam komentar akun IG @RadarSukabumi, “Akses jalan krodit, tiket masuk mahal, parkiran dan makanan juga aji mumpung. Silakan dipertimbangkan pengelola, kalau tidak ya akhirnya ditinggalkan pengunjung.”tulisnya
Warga Kadudampit juga mengeluhkan mahalnya tiket dan fasilitas yang tidak ramah bagi masyarakat sekitar. “Untuk melihat air terjun saja amat mahal bagi UMR Sukabumi. Biaya parkir terpisah dari tiket, harga makanan tidak masuk akal. Perlu ada HET agar ekonomi berputar tanpa merugikan,” tulis salah satu warga.
Keluhan serupa disampaikan akun @malayusdiyah yang menyoroti jalan rusak dan tiket mahal. Sementara @ik3shop menekankan perlunya edukasi bagi pengelola dan pemerintah agar menyajikan wisata murah tapi berkualitas. “Semua stakeholder jangan sekadar cari untung, tapi harus menjaga kualitas,” tulisnya.
Kepala Seksi PTN Wilayah IV Situ Gunung Sukabumi, Amru Ikhwansyah, menyebutkan sejak hari pertama Lebaran total pengunjung hanya sekitar 4.000–5.000 orang. “Khusus Suspension Bridge, trennya turun cukup tajam. Puncak kunjungan terjadi pada Senin (23/3) dengan 1.800 wisatawan, setelah itu angka segera melandai seiring arus balik,” ujarnya, Kamis (26/3).
The post Penyebab Wisata Situ Gunung Sepi, Nitizen Harga Mahal dan Akses Krodit! appeared first on Radar Sukabumi.



















