Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI – Viralnya aksi seorang pria berpakaian minim dalam acara adat di Kasepuhan Gelar Alam, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, menuai perhatian publik. Peristiwa yang terjadi dalam kegiatan sakral tersebut dinilai tidak mencerminkan nilai budaya yang seharusnya dijaga.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi bahan evaluasi bersama agar tidak kembali terjadi di masa mendatang. Menurutnya, kawasan adat seperti Kasepuhan Gelar Alam memiliki nilai penting dalam konsep geopark, baik dari sisi biokultur maupun warisan geologi. Oleh karena itu, setiap kegiatan yang digelar harus memperhatikan norma dan nilai yang berlaku.
Panitia penyelenggara pun mengakui adanya kelalaian pengawasan. Aksi pria tersebut disebut terjadi di luar konsep acara yang telah dirancang. Ali menambahkan, kegiatan di kampung adat bukan sekadar hiburan, tetapi juga mengandung nilai edukasi yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya. Ia berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama penyelenggara acara, agar lebih memperhatikan aspek etika serta kesesuaian dengan nilai budaya setempat.
Menanggapi kontroversi ini, redaksi berencana menggelar polling publik untuk mengukur persepsi masyarakat. Polling akan dilakukan di TikTok, Instagram, dan Facebook dengan durasi satu hingga dua hari. Tujuannya adalah mengetahui bagaimana masyarakat menilai insiden pria berpakaian minim di acara adat, mengukur tingkat kepercayaan publik terhadap pengawasan acara budaya, serta mengidentifikasi sumber masalah utama.
The post Kampung Adat Sukabumi Tercoreng, Imbas Insiden Pria Minim di Acara Publik appeared first on Radar Sukabumi.















