Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMP 2026 di Kabupaten Sukabumi mencatat capaian nyaris sempurna. Dari 383 sekolah, sebanyak 382 sekolah (99,74 persen) berpartisipasi. Sementara dari 27.593 siswa terdata, 26.371 siswa (95,57 persen) mengikuti asesmen nasional tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyampaikan hal itu saat monitoring di SMPN 2 Gegerbitung. Ia menilai tingginya partisipasi tidak lepas dari sinergi sekolah, guru, dan siswa. “TKA bukan ujian kelulusan, melainkan pemetaan mutu pendidikan sekaligus pertimbangan seleksi ke jenjang berikutnya,” ujarnya.
Menurut Deden, TKA hadir sebagai instrumen penting menilai kualitas pendidikan secara objektif. Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025, TKA diberlakukan untuk jenjang dasar hingga menengah dengan pendekatan berbeda dari ujian konvensional. Fokusnya pada Higher Order Thinking Skills (HOTS), meliputi analisis, evaluasi, dan penerapan konsep.
“Hasil TKA nantinya menjadi pelengkap atau validator nilai rapor siswa, sehingga penilaian kompetensi lebih adil, transparan, dan terstandar,” tambahnya.
Meski berjalan lancar, sejumlah kendala teknis masih ditemukan, terutama gangguan jaringan internet. Kasi Kesiswaan Disdik Kabupaten Sukabumi, Devi Indra Kusuma, mengakui kestabilan sinyal menjadi tantangan. “Memang ada kendala di internetnya. Ini tentu menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan berikutnya lebih optimal,” katanya.
The post 382 Sekolah Ikut TKA SMP, Evaluasi Fokus pada Jaringan appeared first on Radar Sukabumi.













