Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI — Terobosan unik lahir dari Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Program Bank Sampah Bayar PBB ku Sampah (Babe Kusam) menjadi solusi kreatif dalam mengelola sampah sekaligus membantu masyarakat memenuhi kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Lurah Cipanengah, Ujang Sobandi, menjelaskan bahwa ide ini berangkat dari realitas warga yang kesulitan membayar PBB, sementara persoalan sampah terus meningkat. “Inovasi ini kami hadirkan untuk memudahkan warga. Jadi masyarakat tidak harus selalu mengandalkan uang tunai untuk bayar pajak, cukup dengan mengumpulkan sampah yang memiliki nilai ekonomis,” ujarnya, Rabu (22/04).
Melalui konsep waste to money, warga diajak memilah sampah anorganik seperti plastik, botol bekas, dan kardus. Sampah yang disetorkan ke Bank Sampah Babe Kusam ditimbang, lalu dikonversi ke rupiah dan dicatat dalam buku tabungan warga. Tabungan tersebut bisa digunakan untuk membayar PBB-P2 atau dicairkan dalam bentuk uang tunai.
Selain meningkatkan PAD, program ini juga berdampak positif terhadap lingkungan dengan mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. “Target kami bukan hanya PAD meningkat, tapi juga lingkungan jadi lebih bersih. Kami ingin membangun kebiasaan baru di masyarakat,” tambah Ujang.
Sebagai pelengkap, Kelurahan Cipanengah juga menggulirkan program sosial Someah (Sodaqoh Mere Sampah). Hasil pengelolaan sampah yang dikonversi menjadi uang disalurkan kepada warga kurang mampu, termasuk keluarga rawan stunting. “Dari sampah lahir solidaritas dan kepedulian antarwarga,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat mulai terlihat. Warga terbiasa memilah sampah dan merasakan manfaat nyata dari kebiasaan tersebut. “Program Babe Kusam dan Someah diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menciptakan inovasi berbasis lingkungan yang berdampak luas,” pungkas Ujang.(bam/d)
The post Sampah Bernilai, Warga Cipanengah Bayar Pajak Tanpa Uang Tunai appeared first on Radar Sukabumi.







