Sumber: Radar Sukabumi
JAKARTA — Sejatinya sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Namun, hujan masih sering turun di sejumlah daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa musim kemarau tahun 2026 dibawa oleh angin monsun Australia yang bergerak dari selatan ke utara Indonesia.
Pada awal April 2026, baru sekitar 7,8 persen wilayah yang masuk musim kemarau, sementara sisanya masih mengalami musim hujan. BMKG menegaskan bahwa kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan rata-rata iklim normal, tetapi bukan yang terparah dalam 30 tahun terakhir.
BMKG juga menekankan bahwa musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Batas kemarau ditentukan ketika curah hujan kurang dari 50 mm per 10 hari (satu dasarian) dan berlanjut selama tiga dasarian berturut-turut. Dengan demikian, peluang hujan tetap ada.
The post BMKG Jelaskan Penyebab Masih Hujan di Musim Kemarau appeared first on Radar Sukabumi.











