
Sumber: Radar Sukabumi
JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan tidak ada instruksi langsung dari TNI AD terkait pembubaran nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita.
Maruli menyebut pembubaran nobar merupakan keputusan pemerintah daerah (pemda) setempat demi menjaga keamanan wilayah. “Pembubaran kan dari pemerintah daerah untuk keamanan wilayah. Itu tanggung jawab koordinator wilayah karena dianggap ada risiko keributan. Tidak ada instruksi langsung,” ujarnya usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (12/5).
Menurut Maruli, pemda berwenang mengambil langkah pengamanan, termasuk terhadap kegiatan mahasiswa. Ia juga mempertanyakan pendanaan produksi film tersebut. “Orang sampai bikin video seperti ini, terbang sana-sini, duitnya dari mana? Itu orang berduit lah,” katanya.
Sebelumnya, Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan pembubaran nobar bukan arahan pemerintah pusat maupun aparat penegak hukum. Menurutnya, pola pembubaran berbeda di tiap daerah menunjukkan tidak ada instruksi terpusat.
The post KSAD Maruli: TNI Tak Instruksikan Pembubaran Nobar Pesta Babi appeared first on Radar Sukabumi.



















