SUKABUMI – Sebanyak 16 pesilat asal Italia unjuk kemampuan dalam kegiatan Seminar dan Workshop Pencak Silat Internasional Sunda Camp 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi. Kegiatan tersebut menjadi ajang pertukaran budaya sekaligus upaya memperkenalkan pencak silat Indonesia ke dunia internasional.
Acara yang berlangsung meriah itu turut dihadiri puluhan perwakilan peguron pencak silat dari berbagai daerah di Jawa Barat, DKI Jakarta hingga Banten. Berbagai atraksi budaya dan seni bela diri tradisional turut ditampilkan, mulai dari demonstrasi pencak silat hingga pertunjukan debus khas Banten dan Sukabumi.
Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, K.H. Fajar Laksana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang rutin digelar bersama komunitas pencak silat internasional dalam wadah Sunda Camp.
“Ini kegiatan rutin tahunan bersama Guru Max dari Italia. Tahun ini ada sekitar 16 pesilat dari Italia yang hadir dan kami juga mengundang sekitar 50 peguron pencak silat dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya pencak silat Indonesia,” ujarnya.
BACA JUGA : Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi Gelar Lomba 3M Tingkat Jabar, Asah Kreativitas dan Cinta Budaya Sunda
Menurutnya, workshop internasional tersebut bukan hanya menjadi ajang latihan bersama, tetapi juga sarana mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan negara lain melalui pencak silat sebagai warisan budaya takbenda dunia yang telah diakui UNESCO.
“Kami ingin pencak silat semakin dikenal di dunia internasional, terutama di Eropa. Guru Max sendiri selama ini aktif menyebarkan pencak silat hingga ke Eropa dan Amerika melalui pelatihan maupun karya tulisnya,” katanya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan tahun ini ialah peluncuran sekaligus pembagian buku hasil penelitian Guru Max mengenai pencak silat dan budaya Nusantara. Buku tersebut memuat hasil riset tentang berbagai aliran pencak silat di Indonesia hingga Asia, termasuk pencak silat Sahbandar yang berkembang di lingkungan Ponpes Dzikir Al-Fath.
“Yang spesial tahun ini adalah Guru Max membagikan buku hasil penelitian beliau tentang pencak silat, budaya Sunda, pengobatan tradisional hingga upacara adat. Buku ini nantinya diedarkan di berbagai negara sebagai bagian dari pelestarian budaya Indonesia,” jelasnya.
BACA JUGA : Ponpes Dzikir Al-Fath dan BRIN Ungkap Jejak Peradaban Kuno di Gunung Tangkil
K.H. Fajar Laksana menambahkan, kehadiran pesilat mancanegara menjadi bukti bahwa pencak silat tidak hanya dicintai masyarakat Indonesia, tetapi juga mendapat perhatian besar dari dunia internasional.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kita. Pencak silat adalah jati diri bangsa Indonesia yang kini mulai dikenal dan dipelajari oleh masyarakat luar negeri. Karena itu, kita harus terus menjaga dan melestarikannya,” pungkasnya.
Kegiatan Workshop dan Seminar Pencak Silat Internasional tersebut direncanakan akan kembali digelar pada tahun mendatang sebagai agenda rutin budaya dan pendidikan di Kota Sukabumi.
The post 16 Pesilat Italia Dalami Pencak Silat di Ponpes Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi first appeared on Sukabumi Ku.



















