
Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI – Hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi panjang yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Minggu (24/5) siang hingga Senin (25/5) dini hari memicu bencana hidrometeorologi massal. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya terjadi 16 titik kejadian bencana yang didominasi tanah longsor dan banjir luapan sungai di berbagai kecamatan.
Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan rentetan bencana mulai dilaporkan sejak Senin dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa.
“Petugas P2BK di masing-masing kecamatan bersama Forkopimcam, TNI, Polri, dan relawan langsung bergerak cepat ke lapangan sejak menerima laporan untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat,” ujarnya kepada Radar Sukabumi.
Berdasarkan data, longsor merusak sejumlah fasilitas umum dan memutus akses jalan. Di Kecamatan Curugkembar, sebuah bendungan roboh terbawa arus air pasca-hujan lebat, berdampak pada tiga kampung di Desa Sindangraja. Longsor juga menutup akses jalan desa di Kecamatan Cicantayan, melumpuhkan jalan kabupaten penghubung Nagrak–Ciambar, serta menutup jalur provinsi di Kecamatan Lengkong dan Jampangtengah akibat material tebing.
Dampak longsor terparah pada permukiman warga terjadi di Kampung Babakanpari, Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu. Satu rumah warga rusak berat setelah bagian dapurnya terbawa material longsoran. Di Kampung Sekarwangi, Cibadak, longsoran Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 12 meter mengancam keselamatan satu rumah yang dihuni 2 KK dengan total 9 jiwa.
Selain longsor, banjir juga merendam kawasan permukiman dan lahan pertanian. Di Kecamatan Cidolog, luapan Sungai Ciawi merendam sedikitnya 6 rumah warga di Desa Mekarjaya dan Desa Cipamingkis, berdampak pada 30 KK atau 74 jiwa.
Dampak banjir masif terjadi di Kecamatan Tegalbuleud, ketika Sungai Ciparanje meluap dan merendam ruas jalan provinsi serta lahan pertanian seluas kurang lebih 500 hektar di Desa Calingcing, Buniasih, Tegalbuleud, hingga Desa Rambay.
Hingga berita ini diturunkan, kebutuhan mendesak di lokasi bencana sangat bervariasi, mulai dari karung penahan tanah, bronjong, batu pecah, terpal, hingga alat berat untuk evakuasi material longsoran. BPBD juga menegaskan perlunya normalisasi Sungai Ciparanje sepanjang 12 kilometer untuk mengantisipasi banjir susulan di Tegalbuleud.
“Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Sukabumi, terutama yang tinggal di daerah rawan perbukitan dan bantaran sungai, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi,” pungkas Daeng.(den/d)
The post Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di 16 Lokasi Sukabumi appeared first on Radar Sukabumi.



















