Disdikbud Kota Sukabumi Kawal MPLS Ramah Anak

LEMBURSITU — Tahun ajaran baru 2026/2027 resmi dimulai. Sebanyak sekitar 4.700 peserta didik baru tingkat SMP di Kota Sukabumi mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dengan mengusung tagline ‘Hari Baru Aman dan Nyaman di Sekolah’. Program tersebut, menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi mengatakan, MPLS tahun ini bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, melainkan menjadi momentum membentuk karakter peserta didik sesuai Profil Lulusan. Siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang beriman dan bertakwa, memiliki rasa kebangsaan, berpikir kritis, mandiri, mampu berkolaborasi, serta memiliki kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan baik.

“Kami ingin peserta didik baru merasa diterima, dihargai, dan nyaman sejak hari pertama masuk sekolah. Lingkungan sekolah harus benar-benar ramah anak,” kata Novian kepada Radar Sukabumi, Senin (13/7).

Ia menegaskan, seluruh pelaksanaan MPLS di 16 SMP Negeri di Kota Sukabumi wajib mengedepankan prinsip sekolah ramah anak. Tidak boleh ada praktik perpeloncoan, tindak kekerasan, maupun perundungan (bullying) dalam bentuk apa pun. Sebaliknya, sekolah harus menjadi ruang yang mampu mengembangkan potensi, minat, dan bakat setiap peserta didik.

Selain itu, sekolah juga diminta memperkenalkan tata tertib, budaya sekolah, hingga pemanfaatan setiap fasilitas yang ada agar siswa mampu beradaptasi dengan cepat. Guru dan kepala sekolah berperan sebagai pembimbing sekaligus fasilitator yang mendampingi peserta didik menjalani masa transisi dari jenjang pendidikan sebelumnya.

“Kami menginginkan anak-anak tidak hanya menjadi siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlakul karimah, mampu bekerja sama, saling menghormati, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.

Novian menekankan, pentingnya menciptakan sekolah yang ramah lingkungan dan ramah bagi seluruh warga sekolah. Melalui MPLS, peserta didik dikenalkan pada budaya disiplin, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah sebagai bagian dari proses pembentukan karakter. Di sisi lain, Disdikbud Kota Sukabumi kembali mengingatkan seluruh satuan pendidikan negeri agar tidak membebani orang tua dengan berbagai pungutan. Ia memastikan tidak ada lagi kewajiban membeli Lembar Kerja Siswa (LKS) maupun bentuk pembelian lain yang bersifat memaksa.

“Di sekolah negeri tidak ada lagi biaya yang dibebankan kepada orang tua untuk pembelian LKS ataupun yang lainnya. Untuk seragam sekolah, masyarakat dipersilakan membeli di mana saja. Sekolah hanya dapat menyediakan seragam tertentu, tetapi yang paling penting harganya harus wajar dan tidak memberatkan orang tua,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan MPLS Ramah, Pemerintah Kota Sukabumi berharap seluruh peserta didik baru dapat memulai perjalanan pendidikannya dengan penuh semangat, rasa aman, dan nyaman. “Lingkungan sekolah yang bebas kekerasan serta didukung kolaborasi antara guru, orang tua, dan peserta didik diyakini akan melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. (Bam)

Artikel Disdikbud Kota Sukabumi Kawal MPLS Ramah Anak pertama kali tampil pada Sukabumi Metro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *