
Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI— Di tengah hiruk-pikuk pasar tradisional Cibadak, Sukabumi, denyut ekonomi rakyat berputar tanpa henti. Di balik aktivitas sederhana itu, ada sebuah kekuatan yang diam-diam mengubah wajah keuangan masyarakat: jaringan Agen BRILink dan program Holding Ultra Mikro (UMi). Kepala Cabang BRI Cibadak, Eki Dyata Fredi Setiawan, menuturkan kisah bagaimana inklusi keuangan bukan sekadar jargon, melainkan nyata hadir di pelosok desa.
“Agen BRILink adalah garda terdepan inklusi keuangan BRI. Mereka hadir di titik-titik yang belum terjangkau kantor cabang konvensional, atau yang kerap kami sebut sebagai blank spot layanan perbankan,” ujar Eki dengan nada penuh keyakinan.
Jumlah agen BRILink aktif di wilayah Cabang Cibadak mencapai 4.911 agen, tersebar hingga ke desa-desa. Mereka bukan sekadar perpanjangan tangan bank, melainkan bagian dari komunitas lokal. Kedekatan personal membuat masyarakat lebih percaya untuk menabung, mengirim uang, hingga bertransaksi dengan aman.
Namun, jalan menuju inklusi keuangan tidak selalu mulus. Kondisi geografis yang menantang, kualitas jaringan internet, dan literasi digital masyarakat menjadi hambatan utama.
“Strategi kami adalah memperluas pendampingan agen, meningkatkan edukasi digital, serta memperkuat sistem dan keamanan transaksi,” jelas Eki.
Holding UMi: Nafas Baru Usaha Mikro
Selain BRILink, Holding UMi menjadi senjata lain BRI dalam memberdayakan pelaku usaha kecil. Ribuan pelaku usaha mikro di wilayah Cibadak telah mendapatkan pembiayaan ultra mikro, terutama di sektor perdagangan, kuliner, dan usaha rumahan.
Eki membagikan salah satu kisah sukses: seorang pemilik warung kecil yang sebelumnya terbatas modal, kini mampu menambah kapasitas usaha, meningkatkan omzet, dan memperluas pemasaran berkat pembiayaan UMi serta kemudahan transaksi BRILink.
“Kami bukan hanya memberi akses, tapi juga pendampingan agar usaha mereka tumbuh berkelanjutan,” katanya.
BRI Cibadak tidak berhenti pada akses layanan. Edukasi literasi keuangan menjadi agenda besar: mulai dari pengelolaan keuangan sederhana, penggunaan transaksi digital, hingga pendampingan UMKM. “Membuka rekening hanyalah langkah pertama,” tegas Eki.
Pendampingan dilakukan secara masif, mendorong masyarakat untuk naik kelas: dari menabung, menggunakan kredit produktif, melindungi usaha dengan asuransi mikro, hingga berani berinvestasi. Hasilnya terlihat dari pertumbuhan CASA yang sehat dan meningkatnya aktivitas transaksi nasabah.
Ke depan, BRI Cabang Cibadak berencana menambah jumlah agen BRILink, memperluas jangkauan layanan digital, serta memperkuat Holding UMi. “Visi kami jelas, menjadikan inklusi keuangan bukan sekadar akses, tetapi juga jalan menuju kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya.
Sementara itu, di sebuah sudut Kecamatan Cicantanyan, Sukabumi, berdiri sebuah warung kecil yang kini bukan hanya tempat berbelanja kebutuhan harian, tetapi juga menjadi pusat layanan keuangan masyarakat sekitar. Pemiliknya, Eva Fauziah, adalah salah satu dari ribuan Agen BRILink yang menjadi garda depan inklusi keuangan BRI.
Eva mengingat masa awal ketika ia bergabung sebagai agen. “Awalnya banyak warga ragu, mereka lebih percaya datang ke bank langsung. Tapi setelah melihat saya bisa membantu mereka menabung, transfer, bahkan menerima bantuan sosial tanpa harus jauh-jauh ke cabang, kepercayaan itu tumbuh,” tuturnya sambil tersenyum.
Kini, warung Eva bukan hanya tempat transaksi jual beli, tetapi juga simpul keuangan desa. Setiap hari ia melayani puluhan transaksi: mulai dari pembayaran listrik, transfer antarbank, hingga pencairan bantuan UMKM. “Saya merasa bukan sekadar pedagang, tapi bagian dari perubahan. Warga jadi lebih melek keuangan, mereka belajar menabung, dan usaha kecil di sekitar sini lebih lancar karena aksesnya mudah,” tambahnya.
Keberhasilan Eva menjadi bukti nyata bagaimana BRILink bekerja bukan hanya sebagai layanan perbankan, tetapi juga sebagai jembatan kepercayaan antara masyarakat desa dan dunia keuangan formal. Dengan pendekatan personal, ia berhasil mengubah warung sederhana menjadi pusat inklusi keuangan yang memberi dampak langsung pada kehidupan warga Cicantanyan.(*)
The post BRI Cibadak: Menyulam Inklusi Keuangan dari Desa ke Kota appeared first on Radar Sukabumi.



















