Doa untuk Bung Karno, Spirit Perjuangan Terus Menyala di Kota Sukabumi

Sumber: Radar Sukabumi

Suasana khidmat menyelimuti kegiatan tawasul dan pengajian bersama yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. Kegiatan tersebut, menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat akan jejak perjuangan sang Proklamator, Soekarno, yang wafat pada 21 Juni 1970.

BAMBANG SURYANA, SUKABUMI

Acara yang berlangsung penuh kekhusyukan itu dihadiri oleh jajaran pengurus partai, kader, simpatisan, serta sejumlah tokoh masyarakat. Mereka bersama-sama melantunkan doa dan tawasul sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok besar yang telah meletakkan fondasi bangsa Indonesia.

Momentum ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sarat makna historis dan ideologis. Bagi kader partai berlambang banteng, Bulan Bung Karno menjadi waktu yang tepat untuk kembali mengingat, merenungi, dan meneladani perjuangan panjang Bung Karno dalam membangun bangsa.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi, Iwan Adhar Ridwan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus ikhtiar spiritual untuk mengenang 56 tahun wafatnya sang Proklamator. “Alhamdulillah, malam ini DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi telah melaksanakan kegiatan tawasul dan pengajian bersama sebagai bentuk doa dalam rangka mengenang 56 tahun wafatnya Bapak Ir. Soekarno,” kata pria yang akrab disapa Bah Uwo ini kepada Radar Sukabumi, Senin (22/6).

Menurutnya, semangat Bulan Bung Karno harus menjadi energi bagi seluruh kader partai untuk terus bergerak dan hadir di tengah masyarakat. “Sebab, nilai perjuangan Bung Karno bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang berpihak kepada rakyat kecil,” paparnya.

Ia menambahkan, Bung Karno telah mewariskan banyak nilai besar kepada bangsa ini, mulai dari nasionalisme, persatuan, gotong royong, hingga keberanian melawan ketidakadilan. Nilai-nilai itu, kata dia, harus tetap hidup di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. “Semoga semangat perjuangan Bung Karno senantiasa menginspirasi kami untuk terus hadir, bekerja, dan berjuang untuk rakyat. Karena politik sejatinya adalah alat perjuangan untuk kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Bulan Juni sendiri memiliki arti yang sangat istimewa dalam perjalanan hidup Bung Karno. Di bulan inilah lahir berbagai momentum penting, mulai dari kelahiran Bung Karno pada 6 Juni 1901, pidato monumental lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945, hingga wafatnya pada 21 Juni 1970. “Bagi PDI Perjuangan, rangkaian peringatan Bulan Bung Karno bukan hanya seremoni politik, tetapi menjadi penguat ideologi dan komitmen kebangsaan. Setiap kader diingatkan untuk tetap menjaga api perjuangan agar tidak padam,” paparnya.

Suasana pengajian malam itu pun berlangsung penuh kehangatan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa-doa yang dipanjatkan menjadi simbol bahwa perjuangan tidak hanya dibangun melalui gerakan politik, tetapi juga dengan kekuatan spiritual dan kebersamaan. Sejumlah kader yang hadir mengaku kegiatan tersebut memberi energi baru untuk kembali menguatkan solidaritas internal partai.

“Selain mempererat silaturahmi, acara itu juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat sosok Bung Karno,” imbuhnya.DPC Di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang, warisan pemikiran Bung Karno dinilai tetap relevan. Gagasan tentang keadilan sosial, kemandirian bangsa, dan keberpihakan kepada wong cilik masih menjadi pijakan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Melalui kegiatan keagamaan ini, kami berharap nilai-nilai perjuangan Bung Karno dapat terus hidup, tidak hanya dalam pidato atau peringatan tahunan, tetapi hadir nyata dalam kerja-kerja politik yang menyentuh kebutuhan rakyat,” pungkasnya.

The post Doa untuk Bung Karno, Spirit Perjuangan Terus Menyala di Kota Sukabumi appeared first on Radar Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *