Sumber: Radar Sukabumi
LONDON — Perdana Menteri Inggris sekaligus pemimpin Partai Buruh, Keir Starmer, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin (22/6). Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya tekanan dari anggota parlemen dan sejumlah menteri kabinet yang menilai Starmer tidak lagi memiliki posisi kuat untuk memimpin partai menuju pemilu berikutnya.
“Saya telah mendengar jawaban partai parlemen saya atas pertanyaan itu, dan saya menerima jawaban itu dengan lapang dada. Setiap keputusan yang saya ambil selalu mengutamakan negara yang saya cintai, itulah sebabnya saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh,” ujar Starmer dalam pernyataan di Downing Street.
Politisi Partai Buruh Andy Burnham segera menegaskan kesiapannya mengambil alih proses transisi kepemimpinan. “Saya akan mengajukan diri sebagai bagian dari proses ini. Negara mengharapkan stabilitas, keseriusan, dan fokus yang berkelanjutan pada isu-isu yang paling penting, dan itulah yang akan didapatkannya,” kata Burnham.
Dukungan terhadap Burnham semakin menguat setelah sejumlah figur penting Partai Buruh, termasuk Wes Streeting, menyatakan tidak akan maju dalam kontestasi dan memilih merapatkan barisan. Streeting menilai Burnham sebagai figur yang mampu menjaga stabilitas dan memperkuat arah kebijakan partai.
Pengunduran diri Starmer terjadi hampir tepat satu dekade setelah referendum Brexit 2016 yang mengguncang politik Inggris. Pergantian ini menjadikan penggantinya sebagai perdana menteri ketujuh Inggris dalam kurun waktu tersebut, menegaskan betapa dinamika politik dan tekanan ekonomi masih membayangi stabilitas pemerintahan di London.
The post PM Inggris Keir Starmer Resmi Lepas Jabatan di Tengah Tekanan Politik appeared first on Radar Sukabumi.
