Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI — Kecelakaan di jalur perkeretaapian kembali menelan korban jiwa di Kabupaten Sukabumi. Seorang pria lanjut usia yang belum diketahui identitasnya tewas mengenaskan setelah tertemper Kereta Api (KA) 225A Pangrango di petak jalan Sukabumi–Cisaat, tepatnya di Kampung Bojong Nangka, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Jumat (26/6).
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 10.35 WIB saat KA Pangrango sedang melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor. Korban diduga tidak mendengar peringatan suara klakson kereta yang melintas hingga akhirnya terserempet dan terseret sejauh 10 meter.
Saksi mata di lokasi kejadian, Suhendar (47), mengaku sempat mendengar suara klakson kereta yang berbunyi sangat keras saat dirinya sedang bekerja di kolam ikan sekitar rel. Saat menoleh, ia melihat korban sedang berjalan kaki perlahan di area pembatasan rel.
“Saya kaget, kereta bunyi klaksonnya keras banget. Pas saya lihat, ada orang lagi jalan pelan-pelan langsung keserempet. Saya kira tidak parah, ternyata korban terlempar jauh dan terseret sampai ke sini,” ujar Suhendar pada Jumat (26/6).
Menurut Suhendar, korban yang tampak sudah tua tersebut berjalan kaki tanpa membawa barang apa pun dan langsung meninggal dunia di lokasi akibat benturan keras. Pasca-kejadian, warga sekitar langsung memadati lokasi sebelum akhirnya pihak kepolisian tiba untuk mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit terdekat.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan bahwa petugas langsung bergerak cepat melakukan penanganan sesuai prosedur keselamatan operasional. Setelah pemeriksaan sarana rel dan kereta dinyatakan aman, KA Pangrango langsung melanjutkan perjalanan tanpa mengalami keterlambatan.
“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Petugas di stasiun terdekat segera melakukan koordinasi dan pengamanan lokasi setelah menerima laporan dari masinis,” kata Franoto.
Pihak KAI Daop 1 Jakarta turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi dan kembali memperingatkan masyarakat keras untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di jalur rel.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan. Jalur rel merupakan area terbatas yang berisiko tinggi. Jangan berjalan, duduk, atau melintas sembarangan,” pungkasnya. (Den)
The post Jalan Sukabumi Cisaat, Pejalan Kaki Tewas Tertemper KA Pangrango appeared first on Radar Sukabumi.



