Cuaca Panas Ekstrem, Ini Cara Aman Tetap Berolahraga agar Terhindar dari Heatstroke

JAKARTA – Cuaca panas ekstrem yang belakangan semakin sering terjadi membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati saat berolahraga di luar ruangan. Meski aktivitas fisik penting untuk menjaga kesehatan, paparan suhu tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, termasuk heatstroke.

Dikutip dari Halosehat, Pakar mengingatkan bahwa bukan berarti olahraga harus dihentikan saat cuaca panas. Sebaliknya, masyarakat perlu menyesuaikan waktu, intensitas, dan cara berolahraga agar tubuh tetap bugar tanpa membahayakan kesehatan.

Epidemiolog gaya hidup lingkungan dari Pontifical Catholic University of Argentina, Christian García-Witulski, mengatakan perubahan iklim berpotensi membuat masyarakat semakin jarang bergerak. Kondisi itu justru dapat memicu masalah kesehatan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sukabumi 1 Juli 2026: Cerah Berawan, Hujan Lokal Berpotensi Terjadi Siang-Sore

Ia memperingatkan bahwa berkurangnya aktivitas fisik akibat suhu panas diperkirakan dapat menyebabkan antara 470.000 hingga 700.000 kematian dini setiap tahun pada 2050.

Menurutnya, salah satu langkah paling aman adalah memindahkan jadwal olahraga ke pagi atau malam hari ketika suhu udara lebih rendah. Selain itu, memilih lokasi yang teduh juga dapat mengurangi paparan panas karena area yang terkena sinar matahari langsung bisa memiliki suhu 12 hingga 15 derajat Celsius lebih tinggi dibanding tempat yang terlindung.

Selain suhu udara, tingkat kelembapan juga perlu diperhatikan. Kelembapan yang tinggi membuat keringat lebih sulit menguap sehingga proses pendinginan alami tubuh menjadi kurang efektif.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Kabupaten Sukabumi, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

Jika harus berolahraga saat cuaca panas, pakar menyarankan agar durasi latihan dipersingkat dan intensitasnya dikurangi. Istirahat secara berkala di tempat yang sejuk atau berpendingin udara juga dianjurkan untuk membantu menurunkan suhu tubuh.

Metode pendinginan tubuh juga menjadi perhatian. Dibanding hanya menempelkan es pada bagian tertentu, merendam tangan atau lengan dalam air dingin dinilai lebih efektif membantu menurunkan suhu tubuh. Cara lain yang dapat dilakukan adalah membasahi tubuh atau menggunakan handuk basah selama beraktivitas.

Sebelum mulai berolahraga, masyarakat juga disarankan melakukan pre-cooling atau menurunkan suhu tubuh lebih dahulu, misalnya dengan mengonsumsi minuman dingin atau es serut. Adaptasi terhadap cuaca panas secara bertahap selama satu hingga dua pekan juga dapat membantu tubuh menyesuaikan diri.

Pakar mengingatkan agar aktivitas fisik segera dihentikan apabila muncul gejala seperti pusing, mual, jantung berdebar, atau kelelahan yang berlebihan karena kondisi tersebut dapat menjadi tanda awal heatstroke.

Baca Juga: PAC PDI Perjuangan Jampangkulon Gelar Soekarno Cup 2026, Turnamen Futsal Antar RT Sambut Bulan Bung Karno

“Beradaptasi bukan berarti berhenti bergerak, melainkan menyesuaikan kapan, di mana, dan bagaimana kita berolahraga,” demikian pesan yang disampaikan Christian García-Witulski mengenai pentingnya menjaga aktivitas fisik di tengah cuaca panas ekstrem.

Fenomena suhu tinggi bahkan menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Penyelenggara menyiapkan jeda hidrasi tambahan pada setiap babak pertandingan sebagai langkah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat panas bagi para pemain.

The post Cuaca Panas Ekstrem, Ini Cara Aman Tetap Berolahraga agar Terhindar dari Heatstroke first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *