
INILAHSUKABUMI.COM – Sebanyak 39 siswa SDN Bojongkoneng, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dikabarkan diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi susu dari menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (28/7/2026) siang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Dr. Masykur Alawi mengungkapkan pihak Dinkes mengetahui adanya dugaan keracunan makanan dialami para pelajar SD dari laporan petugas kesehatan pada Selasa petang.
”Kami tidak langsung tahu waktu itu. Informasi baru kami terima sudah sore, karena pihak SPPG tidak langsung melaporkan kepada Puskesmas,” ungkap Maskyur saat dikonfirmasi InilahSukabumi, Kamis (30/7/2026).
“Pihak SPPG saat kejadian memanggil tenaga kesehatan terdekat yaitu seorang bidan. Mereka melakukan penanganan sendiri dulu,” sambung Masykur yang sebelumnya sebagai Sekretaris Dinkes Kabupaten Sukabumi.
Baca juga : Terkendala Dokumen, Anak Pengidap Gizi Buruk di Sukabumi Sempat Tertunda ke Rumah Sakit
Ia menuturkan pihak Dinkes baru mengetahui adanya insiden tersebut setelah melakukan konfirmasi mandiri usai salat magrib pada hari kejadian.
Setelah menerima laporan, tim Puskesmas langsung bergerak cepat melakukan monitoring ke lapangan serta berkoordinasi untuk memberikan penanganan medis sesuai kewenangan.
Gejala Keracunan dan Kondisi Korban Rujukan
Berdasarkan data terbaru hingga saat ini, tercatat ada 39 anak yang dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan. Para korban menunjukkan gejala umum lazimnya keracunan, seperti mual, muntah, pusing, diare, hingga lemas.
Dari total puluhan anak yang terdampak, satu orang sempat dirujuk dan mendapatkan penanganan intensif ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi, Cibadak.
”Ada satu orang anak yang dirujuk ke RSUD Sekarwangi. Waktu pertama diterima di IGD informasinya mengalami febris atau panas. Tapi alhamdulillah, berdasarkan monitoring terakhir, kondisinya sudah membaik dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah,” tutur Masykur.
Baca juga : Kabar dari Kasepuhan Cipta Mulya : Ada ‘Butik PLP’ Bantuan yang Disulap Relawan Sukabumi jadi Lebih Berkah
Temuan Susu Kedaluwarsa dan Sampel Diuji Laboratorium
Terkait pemicu keracunan, Masykur, mengatakan, Dinkes Kabupaten Sukabumi masih melakukan penyelidikan epidemiologi secara mendalam melalui wawancara, observasi, serta uji laboratorium. Namun, petugas menemukan satu pelanggaran fatal di lokasi kejadian.
”Ini baru diduga ya, karena kita harus pastikan secara ilmiah. Tapi dari hasil penyelidikan epidemiologi, kami menemukan satu hal yang tidak boleh terjadi secara nyata, yaitu produk susu yang expired date-nya sudah lewat,” kata dia.
Berdasarkan temuan di lapangan, produk susu tersebut mencantumkan batas kedaluwarsa pada bulan Juni, yang berarti sudah terlewati satu bulan namun tetap dibagikan kepada para siswa.
Saat ini, sampel makanan dan minuman yang dikonsumsi para korban pada hari kejadian telah diamankan untuk diuji lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti keracunan.
Redaktur : Budiyanto
The post 39 Siswa di Cibadak Sukabumi Diduga Keracunan Susu Kedaluwarsa, 1 Dirujuk ke RS Sekarwangi first appeared on Inilah Sukabumi.




