SUKABUMI — Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan, menilai wacana kenaikan Tunjangan Kinerja (Tukin) bagi prajurit TNI sebagai langkah yang wajar.
Menurut legislator Senayan ini, menilai bahwa penyesuaian tersebut mendesak dilakukan mengingat sudah cukup lama tukin prajurit tidak mengalami kenaikan, di tengah laju inflasi dan peningkatan harga kebutuhan hidup masyarakat.
“Tukin itu kebijakan pemerintah, urusan Pak Presiden Prabowo. Memang sudah lama tidak naik. Jadi saya pikir kementerian dan lembaga terkait sudah mengkaji ini lebih dalam. Mengingat tingkat inflasi, sangat wajarlah kalau untuk dinaikkan,” ujar Heri Gunawan kepada Radar Sukabumi pada Minggu (09/08).
Terkait persentase besaran kenaikan tersebut, politisi Gerindra yang akrab disapa Hergun ini mengaku belum dapat membeberkan angka pastinya. Namun, ia memastikan bahwa penyesuaian nominal nantinya akan disesuaikan dengan jenjang dan tingkatan jabatan prajurit.
“Kalau besaran kenaikannya saya belum tahu pasti, tapi yang jelas ada jenjangnya untuk masing-masing tingkatan. Harapan kita tentu besaran kenaikannya bisa sebesar-besarnya,” jelasnya.
Hergun juga optimistis postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih mencukupi untuk merealisasikan penyesuaian tukin tersebut tanpa mengganggu alokasi belanja negara pada sektor strategis lainnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan kebijakan ini berimbas pada kenaikan tukin bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan Aparatur Sipil Negara (ASN), Hergun menyampaikan bahwa peluang tersebut tetap terbuka, namun memerlukan evaluasi beban fiskal negara terlebih dahulu.
“Bisa jadi (diikuti P3K dan ASN). Kita kaji dulu sampai sejauh mana kemampuan dan kekuatan APBN kita,” pungkasnya. (Den)
Artikel Heri Gunawan Sebut Kenaikan Tukin TNI Berpeluang Disusul ASN dan PPPK pertama kali tampil pada Sukabumi Metro.


