
INILAHSUKABUMI.COM – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, bersama Bupati Sukabumi, Asep Japar, meresmikan Layanan Canggih di RSUD Sekarwangi, Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Rabu (12/8/2026).
Layanan canggih tersebut berupa empat fasilitas medis berteknologi modern yaitu Catheterization Laboratory (Cathlab), CT Scan 64 Slice, Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), dan Laboratorium Mikrobiologi.
Bupati Sukabumi Asep Japar, mengungkapkan peluncuran fasilitas medis modern ini merupakan wujud nyata sinergi strategis antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta berbagai pihak terkait.
”Program ini menjadi langkah strategis memperkuat jejaring pelayanan rujukan nasional melalui pemerataan akses terhadap kesehatan berteknologi tinggi,” ungkap Asep Japar dikutip dari akun resmi Pemkab Sukabumi, Rabu (12/8/2026).
Baca juga : Terkendala Dokumen, Anak Pengidap Gizi Buruk di Sukabumi Sempat Tertunda ke Rumah Sakit
“Kehadiran layanan ini adalah investasi penting untuk memperkuat sistem rujukan dan memberikan harapan baru bagi masyarakat,” sambung dia.
Bupati Asep juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran langsung Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Menurut dia, kehadiran Menteri Kesehatan di Sukabumi membuktikan tingginya perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat di daerah.
Transformasi Kesehatan Nasional
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya memaparkan arah kebijakan transformasi kesehatan nasional yang berfokus pada modernisasi, digitalisasi layanan, serta pengawasan mutu.
Baca juga : Polres Sukabumi Ciduk 19 Tersangka Sindikat Narkoba dan Miras dengan Barang Bukti Nyaris Setengah Miliar
Menkes berharap, pemerataan fasilitas medis canggih di tingkat daerah mampu mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas.
”Transformasi ini diharapkan mampu menciptakan kondisi di mana 80 persen pelayanan kesehatan bisa dilakukan langsung di tingkat kabupaten atau kota,” harap dia.
“Selain membuat layanan lebih cepat, keberadaan fasilitas ini juga akan meminimalisir rujukan pasien ke luar daerah,” sambung Budi Gunadi Sadikin.

Sebanyak 181 Pasien Meninggal
Sementara Direktur RSUD Sekarwangi, Asep Suherman, menjelaskan sepanjang 2025 sebanyak 12.556 kunjungan pasien dengan diagnosis terkait penyakit jantung dan tercatat 181 pasien meninggal dunia akibat penyakit jantung.
Baca juga : Gudang RSUD Sekarwangi Sukabumi Terbakar, Kepanikan Sempat Pecah Namun Pelayanan Tetap Normal
Pada periode yang sama, ada sebanyak 108 pasien yang harus dirujuk untuk mendapatkan tindakan PCI atau Percutaneous Coronary Intervention atau pemasangan ring jantung.
“Data tersebut menjadi pengingat bahwa layanan jantung yang cepat, tepat, dan komprehensif di Kabupaten Sukabumi merupakan kebutuhan yang harus kita jawab,” jelas dokter Asep dalam rekaman audio saat menyampaikan sambutan yang diterima InilahSukabumi.com Rabu malam.
Dengan hadirnya Cath Lab, lanjut Asep, diharapkan penanganan pasien yang membutuhkan intervensi koroner dapat dilakukan lebih cepat dan lebih dekat. Sehingga rujukan ke luar daerah dapat dikurangi dan peluang kesembuhan pasien dapat ditingkatkan.
“Untuk pelayanan Cath Lab, kami sudah bisa melayani pasien umum, Pak Menteri, Pak Bupati. Namun untuk pasien BPJS, kami masih proses menunggu persetujuan dari BPJS Pusat. Alhamdulillah, semua persyaratannya sudah kami lengkapi,” kata dia.
“Dan kabar baik juga untuk warga Sukabumi bahwa CT Scan kita, pelayanan CT Scan kita, sudah bisa melakukan pelayanan per hari ini,” sambung Asep.
Ia berharap semoga layanan canggih ini mampu mengubah teknologi menjadi pelayanan, mengubah kompetensi menjadi keselamatan, dan mengubah setiap investasi menjadi manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.
Redaktur : Budiyanto
The post RSUD Sekarwangi Cibadak Miliki Empat Fasilitas Medis Berteknologi Canggih, Apa Saja? first appeared on Inilah Sukabumi.




