Pengelolaan Hutan Berkelanjutan, IPB University Berdayakan Masyarakat Gunung Walat Sukabumi

Tim Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University bersama petani penggarap dan penyadap getah pinus berfoto bersama dalam kegiatan pelatihan pengembangan agroforestri di Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW), Kabupaten Sukabumi, Sabtu (29/8/2026).  Foto: INILAHSUKABUMI.COM/Dok. IPB University

INILAHSUKABUMI.COM – Institut Pertanian Bogor (IPB University) menerjunkan tim akademisi melalui Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) 2026 di kawasan Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW), Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Langkah ini diambil untuk memperkuat pengelolaan lahan berbasis agroforestri sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai teknik penyadapan getah pinus yang aman dan bernilai jual tinggi.

Ketua Tim Pelaksana Dospulkam IPB University, Prof. Dede Hermawan mengatakan, praktik agroforestri tercatat menjadi tumpuan ekonomi utama bagi sedikitnya 50 penggarap lahan di kawasan HPGW. Berbagai komoditas pertanian dan kehutanan terus dikembangkan di area ini, mulai dari tanaman kopi yang digeluti 24 penggarap, pisang, kapulaga jawa, hingga singkong untuk menjaga kemandirian pangan warga lokal.

Penguatan integrasi tanaman kehutanan dan pertanian diposisikan sebagai kunci utama dalam menjaga keseimbangan antara ekosistem lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan HPGW Sukabumi.

“Agroforestri bukan hanya mengenai tanaman yang tumbuh di lahan, tetapi juga mengenai bagaimana hutan dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat tanpa mengabaikan fungsi ekologisnya,” ujar Prof. Dede Hermawan, Sabtu (29/08/2026).

Selain sektor pertanian, Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa getah pinus turut menjadi sumber pendapatan bagi 30 warga sekitar. Tim akademisi memberikan pendampingan teknis agar para penyadap menerapkan standar luka sadap yang terukur guna mencegah kerusakan vegetasi pohon pinus sekaligus menghasilkan getah berkuantitas dan berkualitas tinggi.

Para penggarap dan penyadap di lapangan mengharapkan dukungan berkelanjutan berupa penyediaan bibit unggul, pupuk, pelatihan pascapanen, penguatan kelembagaan kelompok tani, hingga perluasan akses pasar. Diversifikasi usaha ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi warga sekitar kawasan hutan.

“Penyadapan getah pinus tidak bisa dilakukan sembarangan. Melalui teknik penyadapan yang tepat dan ramah lingkungan, pohon pinus tetap sehat dan dapat diproduksi secara berkelanjutan. Yang tidak kalah penting, getah yang dihasilkan jauh lebih bersih dan berkualitas tinggi, sehingga nilainya meningkat dan sangat laku di pasaran,” terang Narasumber IPB University, Gunawan Santosa. (*)

Redaktur: Rendi Rustandi

The post Pengelolaan Hutan Berkelanjutan, IPB University Berdayakan Masyarakat Gunung Walat Sukabumi first appeared on Inilah Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *