Waspada! Nama Bobby Maulana Dicatut, Dua Nomor WhatsApp Diduga Dipakai Menipu

SUKABUMI – Masyarakat Kota Sukabumi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan digital yang mengatasnamakan pejabat pemerintah. Kali ini, nama Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana dicatut oleh dua akun WhatsApp yang diduga digunakan untuk meminta atau meminjam sejumlah uang.

Informasi tersebut telah diklarifikasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi melalui kanal media sosial resminya pada 10 September 2026.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Sukabumi, Tantan Sontani, mengatakan keberadaan akun tersebut diketahui setelah pihaknya menerima laporan dari salah satu pihak kepada staf Wakil Wali Kota Sukabumi.

Menurut Tantan, pelaku diduga mencoba membangun kepercayaan calon korban dengan menggunakan identitas serta foto profil yang berkaitan dengan Bobby Maulana dan ajudannya.

“Temuan itu bermula dari laporan salah satu pihak kepada staf wakil wali kota. Dalam laporan tersebut, diketahui adanya upaya penipuan dengan modus meminta atau meminjam sejumlah uang dengan mengatasnamakan Wakil Wali Kota Sukabumi,” ujar Tantan, Sabtu (11/9/2026).

Dua nomor WhatsApp yang diketahui digunakan dalam modus tersebut yakni 0823 1603 2003 dan 0811 2191 1348.

Nomor pertama diketahui menggunakan foto profil Bobby Maulana dan mengaku sebagai Wakil Wali Kota Sukabumi. Sementara nomor lainnya mengaku sebagai ajudan Bobby Maulana.

Diskominfo Kota Sukabumi memastikan kedua akun tersebut bukan nomor milik Bobby Maulana maupun ajudannya.

Tantan mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai pesan yang datang dari akun yang mengatasnamakan pejabat, khususnya apabila komunikasi tersebut mulai mengarah pada permintaan uang atau transfer.

“Masyarakat diimbau tidak mudah percaya apabila menerima pesan WhatsApp yang mengatasnamakan pejabat Pemerintah Kota Sukabumi, terlebih jika komunikasi tersebut berujung pada permintaan transfer atau peminjaman uang,” tegasnya.

Ia menyebut, pola pencatutan identitas pejabat melalui aplikasi pesan instan merupakan modus yang patut diwaspadai. Pelaku biasanya memanfaatkan nama, jabatan dan foto pejabat untuk menciptakan kesan seolah-olah komunikasi tersebut resmi.

Untuk memperluas penyebaran informasi dan mencegah munculnya korban, Diskominfo Kota Sukabumi juga menggandeng Jabar Saber Hoaks dalam menyampaikan klarifikasi kepada masyarakat.

“Dalam penanganannya, Diskominfo juga menggandeng Jabar Saber Hoaks untuk menyebarluaskan klarifikasi kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kewaspadaan publik terhadap informasi palsu dan modus penipuan digital,” katanya.

Tantan meminta masyarakat melakukan verifikasi melalui jalur komunikasi resmi sebelum memenuhi permintaan yang mengatasnamakan pejabat maupun aparatur pemerintah.

Apalagi, kata dia, apabila pesan tersebut berisi permintaan untuk mentransfer uang, meminjamkan dana, memberikan kode OTP, data rekening, maupun informasi pribadi lainnya.

“Karena itu, masyarakat diharapkan melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum menanggapi permintaan apa pun yang mengatasnamakan pejabat atau pegawai pemerintah. Terlebih apabila terdapat permintaan uang, transfer, maupun data pribadi,” tuturnya.

Diskominfo Kota Sukabumi kembali menegaskan bahwa dua nomor WhatsApp yang mencatut nama Wakil Wali Kota Bobby Maulana dan ajudannya tersebut merupakan akun palsu.

Masyarakat yang menemukan modus serupa diharapkan tidak melayani permintaan pelaku dan segera melakukan pelaporan kepada pihak berwenang maupun kanal resmi pemerintah.

“Jangan langsung percaya hanya karena menggunakan foto dan nama pejabat. Pastikan kebenarannya melalui sumber resmi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *