Tiga Tuntutan Ojol Maxim Masuk DPRD, Ini Respons Kepala Cabang Maxim Sukabumi

SUKABUMI – Kepala Cabang Maxim Sukabumi, Rido Rabbani, angkat bicara terkait aspirasi yang disampaikan ratusan mitra pengemudi ojek online (ojol) Maxim dalam audiensi di DPRD Kota Sukabumi, Rabu (16/9/2026).

Audiensi tersebut menjadi ruang pertemuan antara para mitra pengemudi, pihak Maxim, dan DPRD Kota Sukabumi untuk membahas sejumlah persoalan yang selama ini dikeluhkan pengemudi.

Rido mengatakan, pihak Maxim telah memberikan jawaban terhadap sejumlah tuntutan yang disampaikan dalam audiensi. Namun, ia menegaskan ruang komunikasi masih terbuka apabila para mitra memiliki tanggapan atau sanggahan terhadap penjelasan yang telah diberikan.

“Ya, sesuai tadi audiensi, dari pihak Maxim itu sudah memberikan jawaban. Terhadap jawaban itu jika ada feedback atau sanggahan, tentu kami juga masih membuka ruang, sangat membuka ruang untuk berdialog dan menerima aspirasi dari teman-teman mitra,” ujar Rido.

Menurutnya, sejumlah persoalan yang dibahas dalam audiensi tidak seluruhnya dapat diselesaikan di tingkat cabang. Karena itu, pihak Maxim Sukabumi perlu melakukan koordinasi dengan manajemen pusat maupun pemerintah daerah dan dinas terkait.

“Untuk detailnya seperti apa, nanti tentu kami akan berkoordinasi juga dengan manajemen pusat, dengan pemerintah daerah, dan dinas-dinas yang terkait,” katanya.

Rido juga menjelaskan bahwa dirinya sebagai Kepala Cabang Maxim Sukabumi tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan secara sepihak terhadap seluruh tuntutan yang disampaikan para mitra pengemudi.

Hal tersebut lantaran persoalan yang dibahas menyangkut berbagai pihak dan bidang, termasuk kebijakan yang cakupannya tidak hanya berada di tingkat daerah.

“Kalau dari saya tidak bisa memutuskan sepihak. Karena ini tentunya banyak stakeholder, banyak bidang-bidang yang berkaitan sama ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu tuntutan yang disampaikan pengemudi berkaitan dengan program yang bersifat nasional. Kondisi tersebut membuat pihak cabang perlu meneruskan dan mengoordinasikan persoalan tersebut kepada manajemen yang memiliki kewenangan lebih luas.

“Ini untuk tuntutannya salah satunya programnya nasional. Jadi kami harus berkoordinasi,” ujarnya.

Rido mengatakan pihak Maxim juga akan memperhatikan berita acara yang memuat tuntutan para mitra, termasuk tenggat waktu yang disampaikan dalam audiensi.

Menurutnya, proses koordinasi akan dilakukan dengan pihak-pihak terkait agar respons terhadap aspirasi para pengemudi dapat disampaikan sesuai kewenangan masing-masing.

“Jadi kami harus berkoordinasi juga sesuai dengan apa yang tadi berita acara, tuntutan-tuntutan juga ada tenggat waktunya,” kata Rido.

Sebelumnya, Penanggung Jawab Aksi Hatta Pahrijal menyampaikan terdapat tiga persoalan utama yang menjadi aspirasi para mitra Maxim. Persoalan tersebut berkaitan dengan penerimaan mitra baru, komisi, serta layanan baru Maxim yang disebut Turbo.

Para pengemudi menilai sejumlah kebijakan tersebut perlu mendapatkan penjelasan dan penyelesaian karena berdampak terhadap kondisi mereka sebagai mitra pengemudi.

Aksi ratusan ojol Maxim tersebut kemudian diterima DPRD Kota Sukabumi melalui agenda audiensi. Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda menyatakan DPRD akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan membuka komunikasi kepada pihak aplikator, termasuk rencana mengirimkan surat kepada manajemen pusat Maxim.

Di sisi lain, Rido memastikan pihak Maxim Sukabumi tetap membuka ruang komunikasi dengan para mitra pengemudi.

“Kalau ada feedback atau sanggahan, tentu kami masih membuka ruang, sangat membuka ruang untuk berdialog dan menerima aspirasi dari teman-teman mitra,” pungkasnya.

The post Tiga Tuntutan Ojol Maxim Masuk DPRD, Ini Respons Kepala Cabang Maxim Sukabumi first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *