Sampah Menumpuk di Sungai Cigangsa, Polres Sukabumi Turun Tangan

SUKABUMI – Tumpukan sampah di aliran Sungai Cigangsa, Kampung Sumur Bandung, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian Polres Sukabumi. Menindaklanjuti keluhan warga, kepolisian bersama pemerintah daerah dan masyarakat menggelar aksi bersih-bersih sungai pada Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu melibatkan personel Polres Sukabumi, Polsek Palabuhanratu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, serta warga setempat.

Sampah yang terkumpul dimasukkan ke dalam karung dan dipindahkan ke tepi jalan untuk selanjutnya diangkut menggunakan truk sampah. Kegiatan pembersihan direncanakan berlangsung hingga sore hari.

Baca Juga: Tewas di Tempat, Begini Kronologi Warga Cicantayan Sukabumi Tertabrak KA Pangrango

Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi mengatakan, aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga yang disampaikan kepadanya saat kegiatan Jumat Keliling di Masjid Sirrajul Mu’minin, Jumat (23/10/2026).

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang kami terima saat Jumat Keliling. Kami berharap melalui aksi Green Policing ini, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat dan persoalan sampah di Sungai Cigangsa dapat ditangani secara berkelanjutan,” ujar Benny.

Layanan Pengangkutan Sampah Jadi Sorotan

Di balik kegiatan pembersihan tersebut, persoalan pengelolaan sampah di lingkungan sekitar sungai turut menjadi perhatian. Berdasarkan hasil koordinasi di lapangan, belum tersedianya tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dan belum optimalnya layanan pengangkutan sampah rumah tangga menjadi sejumlah faktor yang menyebabkan penumpukan sampah.

Kondisi tersebut juga berpotensi mendorong masyarakat membuang sampah ke aliran sungai ketika tidak tersedia layanan pembuangan yang memadai.

Baca Juga: Toyota Rush Tabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Sukabumi, Satu Orang Meninggal

Benny menegaskan, penanganan sampah tidak cukup hanya dilakukan dengan membersihkan sungai. Diperlukan langkah lanjutan agar sampah rumah tangga tidak kembali menumpuk atau mencemari aliran air.

“Penanganan sampah tidak cukup hanya dengan membersihkan sungai. Diperlukan keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak terkait untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, termasuk pengangkutan sampah rumah tangga agar tidak kembali dibuang ke sungai,” katanya.

Baca Juga: Wabup Sukabumi Dorong Relawan Perkuat Edukasi Mitigasi Bencana hingga ke Masyarakat

Sebagai salah satu langkah yang direncanakan, akan dibentuk kelompok pengelola kebersihan di setiap rukun tetangga (RT). Kelompok tersebut diharapkan dapat mengoordinasikan kontribusi warga untuk mendukung biaya pengangkutan sampah.

Dengan skema itu, petugas kebersihan diharapkan bisa mengambil sampah langsung dari rumah warga, kemudian mengangkutnya menggunakan truk ke tempat pengelolaan atau pembuangan yang sesuai.

Green Policing Didorong Berkelanjutan

Aksi bersih-bersih Sungai Cigangsa merupakan bagian dari program *Green Policing*, yakni upaya membangun kepedulian lingkungan melalui kolaborasi kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya mencegah sampah mencemari sungai.

Namun, keberlanjutan upaya tersebut juga bergantung pada tersedianya sistem pengangkutan sampah yang memadai dan partisipasi masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.

Melalui koordinasi lintas pihak, penanganan sampah di kawasan Sungai Cigangsa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembersihan, tetapi berlanjut pada pembenahan pengelolaan sampah agar persoalan serupa tidak terus berulang.

The post Sampah Menumpuk di Sungai Cigangsa, Polres Sukabumi Turun Tangan first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *