SUKABUMI – Status dan kiprah Bupati Sukabumi Asep Japar di lingkungan Partai Golkar menjadi perhatian menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi.
Pertanyaan mengenai latar belakang, keterlibatan organisasi, hingga posisi Asep Japar di lingkungan partai berlambang pohon beringin itu beredar di tengah dinamika politik Golkar Kabupaten Sukabumi.
Irvan Azis, salah satu loyalis Golkar sekaligus Wakil Ketua Bagian Pengabdian Masyarakat DPD Golkar Kabupaten Sukabumi, menyampaikan klarifikasi terkait berbagai pertanyaan tersebut.
Baca Juga: Nama H. Gundar Qolby Muncul Jelang Musda Golkar Kota Sukabumi
“Banyak yang tanya apakah Pak Asep Japar merupakan kader Golkar, termasuk kontribusinya di partai, dan apakah beliau aktif dalam organisasi. Yang jelas Pak Asjap itu Golkar tulen,” ujar Irvan, Jumat (23/10/2026).
Asjap, kata Irvan, memiliki keterlibatan dalam organisasi yang berada dalam lingkungan keluarga besar Golkar, termasuk Kosgoro 1957 dan unsur Dewan Pembina.
Menurutnya hal tersebut harus dipisahkan dengan latar belakang Asjap di birokrat. Aktivitas politik maupun organisasi yang dilakukan secara pribadi harus dibedakan dengan tugas kedinasan.
Baca Juga: Tak Ada Lawan, Asep Japar jadi Calon Tunggal Ketua Golkar Kabupaten Sukabumi?
“Yang saya sampaikan, keterlibatan dalam kegiatan partai dilakukan melalui kapasitas pribadi, bukan membawa institusi dinas. Jadi, aktivitas pribadi dan tanggung jawab kedinasan harus tetap dibedakan,” katanya.
Sebelumnya, hingga penutupan pengambilan formulir bakal calon Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi, Asep Japar tercatat sebagai satu-satunya nama yang mengambil formulir.
Kondisi tersebut membuat posisi dan latar belakang Asep Japar di lingkungan Golkar menjadi semakin banyak diperbincangkan.
Baca Juga: Total Rp253,5 Juta! Ahli Waris Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Sukabumi Terima Santunan
Irvan berharap masyarakat tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, informasi mengenai status dan perjalanan organisasi seseorang perlu dilihat berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Tujuan saya memberikan penjelasan ini agar masyarakat mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Kalau ada pertanyaan mengenai status, riwayat, dan aktivitas organisasi, sebaiknya kita melihat informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Dalam keterangannya, Irvan juga menyinggung dinamika sejumlah tokoh Golkar di Kabupaten Sukabumi, termasuk mantan Bupati Sukabumi Marwan Hamami.
Irvan juga menyebut adanya arahan atau dukungan dari jajaran pimpinan Partai Golkar, termasuk Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien Syaifuddin.
The post Kiprah Politik Asjap Dipertanyakan, Begini Jawaban Loyalis Golkar! first appeared on Sukabumi Ku.
