SUKABUMI – Kepala UPTD Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk) Kecamatan Jampangkulon, Irma Puspayani, menilai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciparay 2 Yayasan Al-Fathonah sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat kecamatan.
Penilaian tersebut disampaikan Irma Puspayani saat menghadiri Grand Opening dan Launching SPPG Ciparay 2 yang digelar di Kampung Simpangbungu, Desa Ciparay, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Senin (26/1/2026).
Baca Juga: PERSIB Datangkan Bek Muda Dion Markx untuk Putaran Kedua Super League 2025/2026
Menurut Irma, persoalan pemenuhan gizi, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan keluarga rentan, merupakan faktor kunci dalam pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga berkelanjutan. Oleh karena itu, kehadiran SPPG Ciparay 2 dinilai selaras dengan arah kebijakan pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi masa depan.
“SPPG Ciparay 2 bukan sekadar fasilitas layanan gizi, tetapi bagian dari ekosistem pembangunan keluarga. Program ini mendukung upaya pencegahan stunting, peningkatan kesehatan keluarga, serta pembentukan generasi yang sehat dan produktif,” ujar Irma Puspayani.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan lembaga sosial seperti Yayasan Al-Fathonah menjadi model pendekatan yang efektif dalam menjawab tantangan pembangunan di tingkat lokal. Dengan jejaring yang kuat di masyarakat, lembaga sosial dinilai mampu menjangkau kelompok sasaran secara lebih cepat dan tepat.
Irma juga menyoroti konsistensi Yayasan Al-Fathonah dalam mengembangkan layanan SPPG, yang sebelumnya telah mengelola SPPG Bojonggenteng 1 dan Bojonggenteng 2. Pengembangan SPPG Ciparay 2, menurutnya, mencerminkan kesinambungan program dan keseriusan dalam membangun sistem pelayanan gizi yang berkelanjutan.
Di sisi lain, Irma mengapresiasi dimensi sosial yang dihadirkan dalam kegiatan peresmian tersebut, salah satunya melalui santunan kepada anak-anak yatim di wilayah Jampangkulon. Kegiatan tersebut dinilai memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi fondasi pembangunan masyarakat.
“Pembangunan keluarga tidak hanya berbicara tentang angka dan indikator, tetapi juga tentang nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan. Ini yang kami lihat hadir dalam kegiatan SPPG Ciparay 2,” tambahnya.
Irma berharap keberadaan SPPG Ciparay 2 dapat terus dikembangkan melalui sinergi lintas sektor, termasuk dengan Forkopimcam Jampangkulon dan perangkat desa, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Dengan beroperasinya SPPG Ciparay 2, Kecamatan Jampangkulon diharapkan memiliki penguatan layanan gizi yang terintegrasi sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan generasi unggul di Kabupaten Sukabumi.
The post Kepala UPTD Dalduk Jampangkulon Nilai SPPG Ciparay 2 Perkuat Strategi Pembangunan Keluarga dan Pencegahan Stunting first appeared on Sukabumi Ku.



















