INILAHSUKABUMI.COM – Lahan pertanian warga di Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan terus terendam akibat luapan air bendungan milik Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Kondisi ini membuat sawah warga tidak dapat digarap sepanjang tahun dan mengancam mata pencaharian petani.
Salah satu warga terdampak, Nanang (55), warga Kampung Bojongkerta RT 01 RW 01, Desa Kertamukti, menyatakan genangan air terjadi sejak bendungan dibangun dan tidak hanya saat musim hujan.
“Sejak ada bendungan ini, sawah terus terendam. Bukan hanya saat hujan, di musim biasa juga air tetap naik,” ujar Nanang kepada inilahsukabumi.com, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Nanang, ketinggian air di lahan pertanian warga mencapai 1 hingga 2 meter sehingga sawah tidak bisa ditanami. Ia menyebut posisi sawah berada di bawah tembok penahan bendungan, sehingga luapan air sulit dihindari.
Ia menambahkan, saat banjir tahunan terjadi, ketinggian air di sawah tidak jauh berbeda dengan luapan bendungan. Hal tersebut membuat warga meyakini genangan yang terjadi bukan semata-mata disebabkan faktor cuaca.
Terkait ganti rugi, Nanang mengatakan pihak perusahaan telah membayar sebagian dampak, seperti tanaman dan kayu yang terdampak. Namun, hingga kini belum ada pembayaran terhadap lahan yang terus terendam.
“Tanaman dan kayu sudah dibayar, tetapi tanah sampai sekarang belum ada kejelasan,” katanya.
Akibat kondisi tersebut, warga mengaku kehilangan mata pencaharian karena lahan pertanian tidak lagi produktif. Warga pun berharap pihak perusahaan segera memberikan kepastian dengan membeli lahan yang terdampak dengan harga yang layak dan adil.
“Perusahaan sempat menyatakan sanggup membeli, tetapi masih dalam tahap negosiasi harga. Kami berharap harganya disamakan dengan pembebasan lahan sebelumnya,” tegas Nanang. (*)
Reporter: Karimullah
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Sawah Warga di Kertamukti Warungkiara Terendam Luapan Bendungan PLTMH first appeared on Inilah Sukabumi.



















