SUKABUMI – Kasus kematian tragis Nizam Syafei atau NS (12), seorang santri asal Jampang, Kabupaten Sukabumi, kini tengah menjadi sorotan publik setelah sang ayah. Ayah NS, Anwar, membeberkan fakta mengejutkan saat tampil sebagai narasumber di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo.
Pria yang karib disapa Kawang tersebut tampil di podcast Bang Densu didampingi H. Isep, ayah angkatnya. dalam podcast, Kawang mengatakan anaknya diduga meninggal dunia akibat penganiayaan berat, dengan salah satu dugaan adalah dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya.
Peristiwa bermula saat Nizam dipulangkan dari pondok pesantren untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Anwar yang saat itu sedang bekerja di Sukabumi, mendapatkan kabar dari istrinya, TR, bahwa Nizam jatuh sakit karena demam tinggi.
Baca Juga: Ramadan Tiba, Petani Kolang Kaling di Jampangtengah Kebanjiran Pesanan
Namun, setibanya di rumah, Anwar mendapati pemandangan yang menyayat hati. “Saya baru kali ini melihat orang sakit panas sampai kulitnya melepuh seperti itu,” ujar Anwar dilansir dari video di kanat Youtube Curhat Bang Denny Sumargo.
Anwar menjelaskan Luka melepuh tersebut ditemukan di berbagai bagian tubuh, termasuk tangan, kaki, paha, hingga punggung. Di rumah, Ia juga mendapati ada panci yang ditempatkan dekat anaknya.
“Katanya biar engak susah kalau mau minum. Kalau pakai galon mungkin susah,” kata dia.
Soal Kesaksian Terakhir Nizam
Anwar mengaku mendapat pendapat yang menguatkan adanya hal tak lazim yang dialami Nizam. Hal itu Ia dapati setelah Nizam dibawa ke RS jJampangkulon.
Anwar mengatakan, saat itu tim medis secara tegas menyatakan bahwa luka yang diderita Nizam bukanlah akibat demam, melainkan murni indikasi penganiayaan.
“Saya diajak ngobrol oleh dokter itu yang dua orang. Katanya ada indikasi,” kata dia.
Baca Juga: Dokter Ungkap NS (12) Datang ke RS dalam Kondisi Gagal Napas Berat
Dalam kondisi kritis di rumah sakit, Nizam sempat sadar dan memberikan kesaksian terakhir yang memilukan kepada kakek angkatnya. Saat ditanya apa yang sebenarnya terjadi, Nizam menjawab dengan suara lirih bahwa dirinya dipaksa meminum air panas oleh sang ibu.
Setelah Nizam dinyatakan meninggal dunia di ruang ICU, Anwar memutuskan untuk melakukan otopsi meskipun dengan berat hati. Langkah ini diambil demi mengungkap kebenaran di balik kematian putranya.
Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu hasil otopsi resmi dari kepolisian yang diperkirakan akan keluar dalam satu minggu ke depan. Pak Anwar juga menegaskan bahwa jika kasus ini terbukti sebagai tindak pidana, ia akan menuntut keadilan seadil-adilnya.
Baca Juga: Kuasa Hukum TR Tekankan Asas Objektivitas, Minta Kasus NS (13) Tak Digiring Opini
Di balik tragedi ini, Anwar juga mengungkap fakta bahwa ini bukan kali pertama Nizam menjadi korban kekerasan. Setahun yang lalu, Nizam dikabarkan pernah dibawa ke tempat terpencil dan disiksa menggunakan kayu oleh pelaku yang sama hingga tubuhnya lebam-lebam.
Kejadian tersebut bahkan pernah dilaporkan ke polisi, namun kini menjadi bukti tambahan yang memperkuat dugaan adanya pola penderaan berulang. Kasus ini kini sedang ditangani oleh pihak kepolisian setempat dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan menunggu bukti forensik untuk menetapkan tersangka utama.
The post Muncul di Podcast Bang Densu, Ayah NS Ungkap Dugaan Anaknya Dipaksa Minum Air Panas first appeared on Sukabumi Ku.



















