INILAHSUKABUMI.COM – Menu singkong rebus dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi menjadi perhatian publik setelah sejumlah orang tua murid menyoroti tekstur makanan yang licin dan dirasa asam. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Perbawati memberikan klarifikasi resmi terkait komposisi dan proses pengolahan menu MBG yang dibagikan kepada siswa selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Perhatian masyarakat muncul setelah beredarnya unggahan di media sosial yang memperlihatkan paket makanan berisi potongan singkong dan kurma. Sejumlah wali murid mempertanyakan kualitas, porsi, serta kandungan gizi makanan yang diterima anak mereka dari program pemerintah tersebut.
Salah satu wali murid di Kecamatan Sukabumi, Hariyanto, mengatakan dirinya sempat memeriksa langsung makanan yang dibawa pulang anaknya. Ia menemukan tekstur singkong yang berbeda dari biasanya, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait kualitas dan proses pengolahan makanan.
“Saya mencoba singkongnya untuk memastikan kelayakannya. Teksturnya terasa licin, sehingga saya berharap ada penjelasan resmi dari pihak penyelenggara,” kata Hariyanto, Rabu (25/03/2025).
Kepala SPPG Perbawati, Muhammad Sona, menjelaskan bahwa singkong yang dibagikan merupakan singkong olahan yang dilengkapi dengan susu dan vla sebagai pelengkap nutrisi. Ia menegaskan, tekstur licin berasal dari bahan tambahan tersebut dan bukan karena makanan dalam kondisi tidak layak konsumsi.
Baca Juga: Menu MBG di SDN 1 Ubrug Warungkiara Disoal Warga, Singgung Harga Perporsi
“Singkong sudah diolah dengan tambahan susu dan vla. Vla dikemas terpisah menggunakan plastik khusus. Karena teksturnya kental, sebagian orang tua mengira itu bagian dari singkong,” jelas Sona.
Selain singkong, paket MBG juga dilengkapi kurma dan telur rebus sebagai sumber nutrisi tambahan, terutama protein. Namun, pihak SPPG Perbawati mengakui sempat terjadi kendala teknis dalam distribusi telur rebus akibat miskomunikasi dengan pemasok, sehingga pendistribusian dilakukan secara terpisah.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kendala distribusi. Hal ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan kualitas penyajian dan ketepatan distribusi semakin baik,” ujarnya.
Sona menambahkan, selama bulan Ramadan, menu Program Makan Bergizi Gratis disesuaikan dengan kondisi siswa yang menjalankan ibadah puasa. Makanan dikemas secara praktis agar dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.
“Kami akan terus melakukan evaluasi secara menyeluruh, mulai dari proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan. Langkah ini untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sukabumi berjalan optimal dan mampu memenuhi kebutuhan gizi siswa secara aman, layak, dan sesuai standar,” pungkasnya. (*)
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Viral Menu MBG Singkong Rebus dengan Tekstur Licin, Ini Penjelasan SPPG Perbawati first appeared on Inilah Sukabumi.



















