Sumber: Radar Sukabumi
RADAR SUKABUMI – Seorang anak asal Nusa Tenggara Timur kembali menjadi sorotan publik setelah berhasil meraih prestasi membanggakan di tingkat internasional. Bocah yang berasal dari keluarga sederhana ini sukses menjuarai kompetisi matematika dunia, dan mengalahkan ribuan peserta dari berbagai negara.
Dalam laporan yang beredar, siswa tersebut bernama Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay, yang akrab disapa Nono. Ia merupakan siswa kelas 2 SD yang berhasil meraih peringkat pertama dalam International Abacus World Competition.
Kompetisi ini diikuti oleh sekitar 7.000 peserta dari berbagai negara, termasuk perwakilan dari Amerika Serikat dan Qatar. Nono berhasil tampil sebagai juara utama dan mengungguli seluruh pesaingnya.
Nono berasal dari keluarga sederhana di NTT. Ayahnya diketahui bekerja sebagai buruh tani, sementara ibunya berprofesi sebagai guru. Kondisi tersebut tidak menghalangi Nono untuk menunjukkan kemampuan luar biasa dalam bidang matematika sejak usia dini.
Kisah ini membuat publik semakin kagum, karena ia datang dari daerah yang dikenal memiliki keterbatasan fasilitas pendidikan dibandingkan wilayah perkotaan.
Dalam kompetisi tersebut, Nono menunjukkan kemampuan berhitung cepat tanpa bantuan alat. Ia mampu menyelesaikan ribuan soal dalam format digital dengan tingkat akurasi tinggi.
Berdasarkan catatan kompetisi, ia berhasil mengerjakan 15.201 file soal, di mana setiap file berisi 10 soal matematika. Jumlah tersebut menunjukkan kemampuan kalkulasi yang sangat tinggi untuk anak seusianya.
Prestasi Nono semakin mencuri perhatian karena ia berhasil mengalahkan sekitar 7.000 peserta dari berbagai negara. Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari negara maju hingga negara berkembang, sehingga persaingannya sangat ketat.
Pencapaiannya juga membuat Indonesia kembali diperbincangkan di kancah pendidikan internasional, terutama dalam bidang matematika tingkat dasar. Atas prestasinya, Nono mendapatkan penghargaan berupa piala, sertifikat, serta hadiah uang tunai sebesar 200 dolar AS.
Meski nilainya tidak besar secara nominal, prestasi tersebut dinilai sangat berarti karena menunjukkan potensi besar anak Indonesia di tingkat global. Kabar kemenangan Nono kembali viral setelah dibagikan ulang di media sosial. Banyak warganet memberikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian tersebut, sekaligus berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah terhadap anak-anak berprestasi dari daerah. **
The post Anak Buruh Tani Ini Juarai Kompetisi Matematika Dunia, Kalahkan 7.000 Peserta appeared first on Radar Sukabumi.
