Ayep Zaki Berencana Nekad Pinjam Anggaran Rp. 240 Milyar Untuk Pembangunan Daerah

SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Sukabumi untuk mengajukan pinjaman daerah senilai Rp240 miliar sebagai langkah mempercepat pembangunan di berbagai sektor.

Pinjaman tersebut direncanakan bersumber dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan akan digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintah daerah.

Ayep mengatakan, pengajuan pinjaman masih menunggu persetujuan DPRD Kota Sukabumi. Apabila mendapat lampu hijau pada tahun ini, pelaksanaan proyek-proyek strategis ditargetkan sudah mulai berjalan pada awal tahun 2027.

“Mudah-mudahan DPRD menyetujui. Kalau pinjaman ini disetujui tahun ini, Insya Allah Januari atau Februari 2027 pembangunan sudah bisa langsung berjalan,” ujar Ayep.

Baca Juga: Viral! Tantri Kotak Dipeluk Penonton Saat Manggung di Geopark Ciletuh, Panitia Pastikan Pelaku Langsung Diamankan

Menurutnya, pinjaman daerah bukan satu-satunya sumber pembiayaan pembangunan. Pemkot juga akan mengoptimalkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia menjelaskan, sebagian proyek seperti pembangunan di kawasan Jalan Merbabu direncanakan mendapatkan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sementara pembiayaan pinjaman akan difokuskan pada sejumlah proyek strategis lainnya.

Terkait mekanisme pengembalian pinjaman, Ayep menegaskan kondisi keuangan daerah dinilai mampu memenuhi kewajiban pembayaran. Pemkot mengusulkan tenor pinjaman selama delapan tahun, dengan sumber pembayaran berasal dari peningkatan PAD yang terus menunjukkan tren positif.

Baca Juga: Bonsai Sukabumi Diusulkan Jadi Ikon Daerah, Masuk Agenda HJKS 2026

“Kami mengajukan pinjaman sekitar Rp240 miliar dengan jangka waktu delapan tahun. Uang untuk membayarnya sudah kami siapkan melalui peningkatan PAD, jadi kami optimistis kemampuan fiskal daerah tetap aman,” katanya.

Ayep memaparkan, PAD Kota Sukabumi mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2024, total PAD tercatat sekitar Rp436 miliar dengan kas daerah sekitar Rp80 miliar. Sementara pada tahun 2026, PAD diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp597 miliar dengan posisi kas mencapai Rp158 miliar.

Kenaikan tersebut, menurut Ayep, menjadi dasar keyakinan pemerintah daerah bahwa pinjaman tidak akan membebani kondisi keuangan daerah di masa mendatang. Bahkan, target PAD dalam Perubahan APBD Tahun 2026 akan disesuaikan mengikuti peningkatan capaian pendapatan.

“Peningkatan PAD ini menjadi modal penting agar pembangunan bisa dipercepat tanpa mengganggu stabilitas keuangan daerah. Harapan kami, melalui dukungan DPRD dan sinergi pemerintah pusat maupun provinsi, pembangunan Kota Sukabumi dapat berjalan lebih cepat dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

The post Ayep Zaki Berencana Nekad Pinjam Anggaran Rp. 240 Milyar Untuk Pembangunan Daerah first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *