Ayep Zaki Dorong RT/RW Jadi Ujung Tombak Pelayanan, Kesadaran Pajak Warga Diminta Ditingkatkan

SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi kembali menegaskan pentingnya keberadaan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) sebagai garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas RT/RW di Kelurahan Karamat.

Dalam kesempatan itu, Ayep Zaki menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para Ketua RT dan RW, salah satunya melalui dukungan berupa insentif.

“RT dan RW merupakan ujung tombak pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena itu, keberadaan dan peran RT/RW harus terus diperkuat,” ujar Ayep Zaki.

Menurutnya, dukungan tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. RT dan RW dinilai memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan berbagai persoalan warga di tingkat lingkungan.

“Insentif yang diberikan pemerintah merupakan bentuk perhatian dan penghargaan atas pengabdian RT dan RW. Namun, yang paling penting adalah bagaimana dukungan itu diikuti dengan pelayanan yang semakin baik,” katanya.

Ayep Zaki juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya memenuhi kewajiban perpajakan. Ia menilai kesadaran membayar pajak menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kemampuan keuangan daerah.

“Pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk gotong royong masyarakat untuk membangun daerahnya sendiri,” tutur Ayep Zaki.

Berbagai sumber penerimaan, mulai dari Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), hingga pajak dari sektor hotel dan tempat hiburan, menjadi bagian dari sumber pendapatan yang nantinya digunakan kembali untuk membiayai pembangunan serta pelayanan publik.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat kembali lagi untuk masyarakat. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pembangunan, memperbaiki pelayanan publik, dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Ayep Zaki.

“Karena itu, mari kita bangun kesadaran bersama untuk membayar pajak tepat waktu. Jangan melihat pajak hanya sebagai beban, tetapi sebagai kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Sukabumi,” lanjutnya.

Tak hanya soal pajak, Wali Kota juga meminta masyarakat Kelurahan Karamat memperkuat kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat.

“Saya mengajak seluruh warga untuk tidak bersikap individualistis. Persoalan di lingkungan harus menjadi perhatian bersama, karena pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri,” ujarnya.

Sejumlah isu seperti pengangguran, stunting, kemiskinan ekstrem, pembangunan infrastruktur hingga pemberdayaan penyandang disabilitas, menurutnya, tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan RT, RW dan masyarakat agar penanganannya lebih tepat sasaran.

“RT dan RW harus mampu mengenali persoalan warganya. Data dan informasi dari tingkat lingkungan sangat penting agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran,” kata Ayep Zaki.

Ia juga meminta para Ketua RT dan RW aktif membangun komunikasi dengan warga serta menyampaikan berbagai program pemerintah secara terbuka.

“Jangan sampai ada warga yang tidak mengetahui program pemerintah. RT dan RW harus menjadi jembatan komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Pemkot Sukabumi pun terus membuka alternatif dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan melalui program Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Program tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memperoleh kesempatan kerja sekaligus meningkatkan taraf perekonomian keluarga.

“Program CPMI merupakan salah satu alternatif untuk membuka kesempatan kerja. Namun, masyarakat harus mendapatkan informasi, pembekalan, dan perlindungan yang memadai,” ujar Ayep Zaki.

Ia menambahkan, masyarakat perlu mempertimbangkan setiap peluang kerja secara matang agar dapat meningkatkan kesejahteraan tanpa mengabaikan aspek keamanan dan perlindungan.

“Kita ingin masyarakat memiliki pilihan untuk bekerja dan meningkatkan pendapatan keluarga. Tetapi semua prosesnya harus dilakukan secara resmi, aman, dan sesuai ketentuan,” katanya.

Ayep Zaki menekankan bahwa setiap program pemerintah harus dilaksanakan dengan perencanaan yang jelas. Program juga perlu memiliki indikator keberhasilan serta dievaluasi secara berkala sehingga pelaksanaannya tidak berhenti pada kegiatan administratif, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

“Setiap program harus memiliki tujuan yang jelas, ukuran keberhasilan, dan evaluasi. Jangan sampai program hanya selesai di atas kertas, tetapi manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh unsur pemerintahan di tingkat kewilayahan bekerja dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan kepentingan warga.

“Pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan hati. Dengarkan keluhan warga, bantu mencari solusi, dan pastikan tidak ada masyarakat yang merasa diabaikan,” tutur Ayep Zaki.

Ia mengapresiasi Kelurahan Karamat yang menggelar Bimtek Peningkatan Kapasitas RT/RW. Kegiatan tersebut dinilai penting untuk memperkuat pemahaman, koordinasi dan komunikasi antara pemerintah dengan perangkat kewilayahan.

“Bimtek seperti ini sangat penting karena dapat meningkatkan kapasitas RT dan RW. Dengan pemahaman yang lebih baik, pelayanan kepada masyarakat juga diharapkan semakin optimal,” katanya.

Dengan peningkatan kapasitas tersebut, para Ketua RT dan RW diharapkan semakin optimal menjalankan fungsi pelayanan, menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat, serta ikut menggerakkan partisipasi warga dalam berbagai program pembangunan.

“RT dan RW harus menjadi penggerak partisipasi masyarakat. Ajak warga untuk terlibat dalam menjaga kebersihan, keamanan, kesehatan, dan pembangunan lingkungan,” ujar Ayep Zaki.

Pemerintah Kota Sukabumi berharap sinergi antara pemerintah, RT/RW dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga berbagai persoalan di tingkat lingkungan dapat ditangani secara bersama-sama.

“Kalau pemerintah, RT, RW, dan masyarakat bersatu, berbagai persoalan akan lebih mudah diselesaikan. Kuncinya adalah komunikasi, kolaborasi, dan kepedulian,” kata Ayep Zaki.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam mewujudkan Kelurahan Karamat yang semakin maju, aman, sehat dan sejahtera.

“Saya berharap Kelurahan Karamat terus berkembang menjadi lingkungan yang maju, aman, sehat, dan sejahtera. Semua itu hanya bisa terwujud melalui kerja bersama,” pungkasnya.

The post Ayep Zaki Dorong RT/RW Jadi Ujung Tombak Pelayanan, Kesadaran Pajak Warga Diminta Ditingkatkan first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *