
JAKARTA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, memastikan kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan lebih rendah dari proyeksi awal sebesar Rp268 triliun. Penghematan dilakukan melalui pembenahan tata kelola, penyisiran ulang penerima manfaat, serta refocusing sasaran program.
Meski demikian, Agustina mengatakan besaran anggaran terbaru masih dalam proses penghitungan dan belum dapat diumumkan.
“Yang jelas sudah tidak Rp268 triliun lagi, sudah jauh berkurang,” kata Agustina usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Baca Juga : Resep Sambal Jengkol Teri, Pedas Gurih Bikin Nasi Nambah
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan waktu satu bulan kepada BGN untuk menyelesaikan evaluasi tata kelola Program MBG agar pelaksanaannya lebih efisien dan tepat sasaran.
BGN juga berencana mengalihkan sebagian anggaran untuk memperkuat intervensi di daerah dengan angka stunting tinggi, seperti Papua dan Nusa Tenggara. Penyesuaian ini mempertimbangkan perbedaan harga pangan di setiap daerah.
“Pak Presiden juga minta dikaji berapa kebutuhan anggaran di daerah-daerah dengan indeks harga pangan yang berbeda,” ujarnya.
Baca Juga : Resep Es Wedang Uwuh Milk Tea, Minuman Rempah Dingin yang Creamy
Selain itu, BGN tengah mengaudit 27.469 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi. Verifikasi dilakukan melalui sistem geo-tagging guna memastikan seluruh SPPG benar-benar aktif dan menghindari potensi data fiktif.
BGN juga menyiapkan basis data terpadu untuk penerima manfaat dan SPPG sebagai bagian dari pembenahan tata kelola program.
Agustina menambahkan, evaluasi juga mencakup penyesuaian sasaran penerima manfaat. Saat ini sekitar 76 persen penerima MBG merupakan siswa sekolah, sedangkan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita baru sekitar 17 persen. Ke depan, kelompok pada 1.000 hari pertama kehidupan akan menjadi prioritas lebih besar guna mempercepat penurunan angka stunting.
“Kalau kita bicara pencegahan stunting, 1.000 hari pertama adalah periode emas. Karena itu, sasaran program akan kami sesuaikan agar lebih tepat,” jelasnya.
BGN optimistis pembenahan tata kelola tersebut akan membuat Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif, tepat sasaran, sekaligus menghasilkan efisiensi anggaran.(SE)
The post BGN Pastikan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Lebih Hemat dari Proyeksi Rp268 Triliun first appeared on Sukabumi Ku.




