Bobotoh Asal Bandung Terbang 18 Jam dari Kanada Demi Dukung PERSIB di Melbourne

BANDUNG – Jarak ribuan kilometer dan perjalanan udara selama belasan jam tak menyurutkan semangat Reggy S., seorang Bobotoh asal Bandung yang kini menetap di Vancouver, Kanada, untuk mendukung langsung perjuangan PERSIB.

Reggy rela terbang melintasi samudra demi menyaksikan pertandingan tandang PERSIB melawan Melbourne Victory dalam ajang AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027, Rabu, 4 November 2026.

Sudah hampir 16 tahun Reggy menetap di Kanada. Sehari-hari, ia bekerja sebagai onboard crew di sebuah perusahaan tur kereta api. Saat musim panas, pekerjaannya membuatnya kerap bepergian antarkota dan provinsi.

Baca Juga : Resep Terong Teri Cabai Hijau, Perpaduan Gurih dan Pedas yang Bikin Nambah Nasi

Namun, ketika memasuki masa libur pekerjaan atau off-season pada musim dingin, Reggy memanfaatkan waktunya untuk menjelajahi stadion sepak bola di berbagai negara.

Kali ini, pertandingan PERSIB di kompetisi Asia menjadi pengalaman yang sangat berkesan baginya. Reggy menempuh perjalanan sekitar 18 jam, dimulai dari penerbangan selama empat jam dari Vancouver menuju Auckland, Selandia Baru, kemudian dilanjutkan empat jam penerbangan menuju Melbourne.

“Ini pengalaman away pertama saya nonton PERSIB di Asian Champions League dan perfect happy ending. Alasan saya traveling lintas benua mungkin karena saya terobsesi ke PERSIB, lebih dari sekadar suka atau cinta,” ujar Reggy.

Baca Juga : Resep Es Lidah Buaya Timun Jeruk, Minuman Segar yang Cocok Dinikmati Saat Cuaca Panas

Demi mengikuti perjalanan PERSIB dari Kanada, Reggy juga harus menyesuaikan diri dengan perbedaan zona waktu. Pertandingan Maung Bandung kerap berlangsung pukul 05.00 pagi waktu setempat, bahkan ada yang dimulai pukul 01.00 dini hari.

Meski demikian, selama memiliki waktu luang, ia selalu berusaha menyaksikan pertandingan PERSIB secara penuh.

Pengalaman menyaksikan langsung ribuan Bobotoh di Melbourne menjadi momen emosional tersendiri bagi Reggy. Dari sekitar 3.400 penonton yang hadir, ia memperkirakan kurang lebih 2.400 di antaranya merupakan Bobotoh yang datang dari berbagai daerah.

“Rasanya emotional, bangga, dan haru. Banyak Bobotoh dari seluruh Australia, bukan cuma Melbourne. Serasa balik ke zaman Stadion Siliwangi,” kata Reggy.

Datang seorang diri tanpa tergabung dalam komunitas media sosial tertentu, Reggy mengaku merasakan keramahan para diaspora Indonesia dan Bobotoh di Australia. Menurutnya, mereka saling membantu dan memberikan suasana hangat selama mendukung PERSIB.

Di akhir perbincangan, Reggy menyampaikan pesan penyemangat untuk para pemain dan seluruh Bobotoh agar terus mendukung perjuangan tim.

“Keep fighting, do all your best and be the best in Indonesia, Asia & the world. Untuk Bobotoh, trust the process, the team knows what they’re doing. Be kind, be nice to others,” tuturnya.

Bagi Reggy, perjalanan jauh dari Kanada hingga Melbourne menjadi bukti kecintaannya kepada Maung Bandung. Dedikasi tersebut ia rangkum dalam satu kalimat: “PERSIB my destiny”.(*)

The post Bobotoh Asal Bandung Terbang 18 Jam dari Kanada Demi Dukung PERSIB di Melbourne first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *