Sumber: Radar Sukabumi
CIKOLE – Pemkot Sukabumi menempatkan penguatan ekonomi kreatif dan perluasan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro sebagai strategi utama untuk mengurangi angka pengangguran terbuka sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menilai potensi ekonomi kreatif harus didorong menjadi sektor unggulan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda dan pelaku usaha berbasis inovasi.
Menurutnya, keberadaan regulasi yang mengatur pemberdayaan ekonomi kreatif menjadi langkah penting agar pengembangan sektor tersebut memiliki arah yang jelas dan berkelanjutan.
“Ekonomi kreatif harus menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Sektor ini memiliki kemampuan menciptakan peluang usaha baru sekaligus menyerap tenaga kerja,” ujarnya, pada Sabtu (20/6).
Ayep menjelaskan, pengembangan ekonomi kreatif tidak cukup hanya melalui dukungan regulasi, tetapi harus dibarengi dengan pemetaan potensi lokal, penguatan ekosistem usaha, serta kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha di lapangan.
“Tentu pemerintah daerah mendorong agar setiap program yang disusun benar-benar berorientasi pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pemkot Sukabumi juga menyiapkan langkah penguatan sektor permodalan melalui PT BPR Kota Sukabumi (Perseroda). Rencana penambahan penyertaan modal daerah dinilai bukan semata-mata investasi bisnis, melainkan instrumen untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM yang selama ini masih kesulitan memperoleh kredit dari lembaga keuangan formal.
Menurut Ayep, keberadaan BPR daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, pedagang pasar, pelaku ekonomi kreatif, hingga sektor informal lainnya. Dengan akses kredit yang lebih mudah dan terjangkau, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung pada praktik pinjaman ilegal yang kerap membebani ekonomi keluarga.
“Penguatan modal BPR harus berdampak langsung pada kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM. Ini bagian dari upaya membangun ekonomi kerakyatan yang sehat sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman ilegal,” tegasnya.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Pemkot Sukabumi juga terus memperkuat fondasi keuangan daerah. Salah satunya melalui optimalisasi pendapatan asli daerah, pembaruan basis data pajak, peningkatan pengawasan transaksi usaha, serta penguatan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Langkah tersebut turut berkontribusi terhadap capaian positif pengelolaan keuangan daerah yang kembali mendapatkan apresiasi melalui raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan.
“Harapanya stabilitas fiskal yang terjaga dapat menjadi modal penting untuk mendukung berbagai program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pada tahun-tahun mendatang,” pungkasnya. (ris)
The post BPR dan Ekonomi Kreatif Jadi Andalan Pemkot Sukabumi appeared first on Radar Sukabumi.

