Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI — Sore itu, menyusuri gang curam di tengah sawah dan pemukiman, aroma khas tahu goreng menyeruak dari sebuah bangunan sederhana. Di sanalah berdiri pabrik tahu milik A Suyamin, akrab disapa Ato, di Kampung Palasari, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak.
Usaha ini bukan sekadar pabrik tahu biasa. Ato adalah keturunan dari pengusaha tahu Kopeng, Kota Sukabumi, yang sudah lama dikenal masyarakat. Sejak 2015, ia bermitra dengan BRI melalui pinjaman KUR. “Awalnya pinjaman Rp5 juta, sekarang sudah Rp48 juta. Sangat terbantu untuk modal usaha,” ujarnya.
Sebelumnya, Ato memproduksi tempe dan tahu bulat. Namun sejak 2024, ia fokus pada produksi tahu dengan merek Tahu Akil Palasari, terinspirasi dari tahu Kopeng. Produksi harian mencapai 150 kilogram, menggunakan dua karung kacang kedelai. Hasil produksi dipasarkan melalui penjual keliling kampung hingga ke wilayah Nagrak.
Pabrik kecil ini mempekerjakan lima orang, termasuk penggoreng tahu dan penjual keliling. “Dengan adanya pinjaman KUR BRI, usaha ini bisa jalan. Penjual keliling membawa tahu ke kampung-kampung, jadi perputaran ekonomi terasa di sini,” jelasnya.
Bagi Ato, alasan memilih BRI sederhana: pelayanan ramah dan tidak ribet. “Orangnya ramah-ramah, enggak ribet. Saya punya lima anak, harapan saya sehat-sehat supaya bisa diberi pinjaman lagi,” katanya.
Sementara itu, Eki Dyata Fredi Setiawan, Pemimpin Cabang KC BRI Cibadak, menilai kisah Ato sebagai bukti nyata bagaimana KUR BRI mampu menghidupkan usaha rakyat. “Ato adalah contoh bagaimana usaha kecil bisa bertahan dan berkembang dengan dukungan permodalan. Dari tempe hingga tahu, dari produksi kecil hingga ratusan kilogram per hari, semua itu lahir dari semangat dan kerja keras,” ujarnya.
Menurut Eki, keberhasilan usaha tahu Palasari menunjukkan bahwa BRI bukan sekadar bank, melainkan mitra perjalanan hidup. “Pinjaman KUR bukan hanya angka, tetapi energi yang menggerakkan ekonomi lokal. Ketika usaha seperti tahu Palasari berkembang, dampaknya terasa pada keluarga, pekerja, dan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa BRI Cibadak berkomitmen mendampingi UMKM pangan. “Produk pangan adalah kebutuhan pokok. Ketika usaha seperti tahu Palasari berkembang, maka ketahanan ekonomi daerah ikut terjaga. Kami ingin memastikan setiap mitra merasa didukung penuh, baik dari sisi modal maupun pendampingan.”pungkasnya. (*)
The post BRI dan Tahu Palasari: Menyemai Pertumbuhan dari Desa appeared first on Radar Sukabumi.









