
Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI — Suara kendang menggema di halaman Pondok Pesantren Al-Fath, Kota Sukabumi. Di tengah lingkaran pesilat, gerakan Maenpo Sahbandar dimainkan dengan tenang namun penuh tenaga. Di sudut lain, tamu dari Italia memperhatikan dengan serius, sesekali menirukan langkah yang diajarkan. Tidak ada sekat bahasa, yang menyatukan mereka adalah pencak silat.
Momentum itu menjadi bagian dari Seminar dan Workshop Pencak Silat Internasional Sunda Camp 2026 yang rutin digelar bersama pesilat mancanegara. Tahun ini, sekitar 16 pesilat dari Italia hadir bersama Guru Max, peneliti sekaligus praktisi pencak silat yang selama dua dekade terakhir mendalami budaya Sunda dan berbagai aliran silat di Indonesia.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fath, KH Fajar Laksana, menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar latihan bela diri, melainkan ruang perjumpaan budaya dan upaya menjaga warisan bangsa agar tetap hidup lintas generasi dan negara. “Pencak silat bukan hanya gerakan fisik. Di dalamnya ada budaya, pengobatan tradisional, tata nilai, sampai cara masyarakat menjaga harmoni. Itu yang hari ini dipelajari dan diperkenalkan kepada dunia,” ujarnya.
Selain pesilat Italia, kegiatan juga diikuti puluhan paguron dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Berbagai aliran tampil bergantian, mulai dari Maenpo Sahbandar hingga atraksi debus yang memancing perhatian peserta asing. Keberagaman itu menunjukkan pencak silat tumbuh dari akar budaya yang kaya, bukan sekadar olahraga pertarungan.
Yang membuat kegiatan tahun ini berbeda adalah peluncuran buku karya Guru Max, hasil penelitian panjang mengenai pencak silat, budaya Sunda, pengobatan tradisional, hingga ritual adat dari berbagai daerah di Indonesia dan Asia Tenggara. Guru Max mengaku jatuh cinta pada filosofi pencak silat Sunda yang menempatkan semua aliran sebagai keluarga besar tanpa merasa paling tinggi.
“Di Sunda saya melihat semua aliran saling terhubung seperti keluarga besar. Tidak ada yang merasa paling hebat. Itu yang membuat saya jatuh cinta,” ungkapnya dengan logat Indonesia beraksen Italia.
The post Dari Pesantren Al-Fath, Pencak Silat Sunda Menjangkau Eropa appeared first on Radar Sukabumi.



















