Sumber: Radar Sukabumi
BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak warganya memanfaatkan potensi limbah di lingkungan, seperti sampah dan kotoran sapi, untuk diolah menjadi biogas sebagai bahan bakar alternatif pengganti gas elpiji.
“Bisa mengelola kotoran sapi jadi energi gas, bisa. Sampah bisa, listrik juga bisa,” kata Dedi dalam keterangan pers di Bandung, Kamis (23/4).
Kenaikan harga elpiji nonsubsidi yang kini menembus Rp228.000 per tabung ukuran 12 kilogram mendorong diversifikasi energi berbasis kearifan lokal. Mulai dari pengolahan kotoran sapi menjadi biogas hingga penggunaan kayu bakar kembali di pedesaan.
Langkah ini dinilai sebagai strategi bertahan hidup (survival strategy) yang realistis di tengah fluktuasi harga energi global. Potensi biogas menjadi sorotan setelah peternak di Kabupaten Bandung Barat sukses mengonversi kotoran hewan menjadi energi masak harian. Api dari sistem biogas diklaim memiliki tekanan besar dan mampu memenuhi kebutuhan dapur secara berkelanjutan tanpa terpengaruh harga pasar.
Dedi menilai kemampuan adaptasi masyarakat terhadap kenaikan harga harus dibarengi dengan keberanian kembali ke cara tradisional yang dimodernisasi. “Saya meyakini warga Indonesia ini inovatif dan cerdas. Jadi memang kita harus menyesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan kita,” ujarnya.
Selain biogas, diversifikasi energi juga bisa dilakukan dengan optimalisasi kayu bakar di pedesaan. Sementara bagi masyarakat perkotaan, opsi migrasi ke kompor listrik dapat menjadi alternatif pengganti gas nonsubsidi.
The post Dedi Mulyadi Dorong Warga Jabar Beralih ke Energi Swadaya appeared first on Radar Sukabumi.









