Sumber: Radar Sukabumi
BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons santai kemunculan spanduk bertuliskan “Shut Up KDM” di tribun utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib Bandung kontra Arema FC, beberapa waktu lalu.
Dedi, yang akrab disapa KDM, menilai kritik tersebut sebagai pengingat agar sepak bola tetap profesional dan tidak bercampur dengan kepentingan politik. “Teman-teman Bobotoh di tribun utara GBLA, saya ucapkan terima kasih. Saya sudah diingatkan agar tidak terlalu banyak bicara soal Persib,” ujarnya, Minggu (26/4).
Menurutnya, atmosfer sepak bola harus steril dari narasi di luar olahraga. Kritik itu diterima sebagai bentuk kontrol publik.
Di sisi lain, KDM juga meluruskan polemik bonus Rp1 miliar untuk pemain Persib. Ia menyebut dana tersebut berasal dari Bang Ara atau Asep Ara Sirait, yang memiliki kedekatan dengan Jawa Barat sejak menempuh pendidikan di Universitas Parahyangan. Bonus itu direncanakan untuk laga tandang, dengan skema lima pertandingan masing-masing Rp1 miliar, total Rp5 miliar.
Dedi menegaskan, sebelum disampaikan ke publik, ia telah memastikan aspek legalitas kepada manajemen klub. “Hasilnya tidak ada pelanggaran. Maka saya sampaikan secara terbuka karena prinsip saya transparansi,” tegasnya.
The post Dedi Mulyadi: Sepak Bola Harus Steril dari Politik appeared first on Radar Sukabumi.











