BANDUNG – Besarnya nilai investasi yang masuk ke Jawa Barat sepanjang 2025 dinilai belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Hal ini disoroti Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Budiwanto, saat menanggapi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur.
Menurutnya, capaian di sektor investasi dan pembangunan infrastruktur memang menunjukkan tren positif. Ia menyebut realisasi investasi yang mencapai sekitar Rp296 triliun menjadi indikator bahwa Jawa Barat masih menjadi tujuan utama pengembangan industri.
“Dari sisi investasi dan infrastruktur, arah kebijakan sebenarnya sudah berada di jalur yang tepat, termasuk dalam konektivitas wilayah dan penguatan kawasan industri,” ujar dilansir sukabumiku.id dari Tribun, Sabtu (25/04/2026).
Namun, di balik capaian tersebut, Budiwanto melihat adanya persoalan mendasar yang belum terselesaikan, yakni tingginya angka pengangguran. Ia mencatat, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat masih berada di kisaran 7 persen atau sekitar 1,7 hingga 1,8 juta orang.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Warga Jampang, Anggaran Jalan Dialihkan
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya berbanding lurus dengan penciptaan lapangan kerja.
“Ini menjadi catatan penting. Investasi yang besar seharusnya sejalan dengan terbukanya lapangan kerja. Jangan sampai pertumbuhan hanya terlihat di angka, tetapi belum dirasakan masyarakat luas,” tegasnya.
Selain persoalan ketenagakerjaan, Budiwanto juga menyoroti sektor ketahanan pangan yang dinilai belum mendapatkan perhatian optimal. Ia menyebut kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB masih stagnan di kisaran 8 hingga 9 persen.
Ia juga mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang dihadapi sektor ini, mulai dari alih fungsi lahan pertanian, minimnya regenerasi petani, hingga lemahnya pengolahan hasil pertanian.
“Ketahanan pangan tidak cukup hanya menjaga produksi. Harus ada kebijakan yang berpihak, dari perlindungan lahan sampai kepastian harga dan pasar,” ungkapnya.
Baca Juga: Proses Penentuan Ketua DPC PKB Dimulai, UKK Jadi Tahapan Krusial
Lebih lanjut, ia menilai peningkatan kesejahteraan petani juga masih menjadi pekerjaan rumah. Hal ini tercermin dari Nilai Tukar Petani yang berada di kisaran 100 hingga 103, yang menurutnya menunjukkan margin keuntungan petani masih terbatas.
Ke depan, Budiwanto mendorong agar kebijakan pembangunan lebih diarahkan pada ekonomi yang inklusif. Ia menekankan pentingnya integrasi antara investasi besar dengan penguatan sektor ekonomi masyarakat seperti UMKM, pertanian, hingga perikanan.
“Pembangunan ke depan harus fokus pada ekonomi inklusif. Investasi perlu menciptakan nilai tambah di daerah dan membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan,” pungkasnya.
The post Dewan Kasih Catatan Buat Pemprov Jabar: Investasi Besar, Manfaat Belum Merata first appeared on Sukabumi Ku.















