Di Tengah Maraknya Aksi Protes, TIDAR Kabupaten Sukabumi Tekankan Etika dan Tanggung Jawab Berdemokrasi

SUKABUMI – Fenomena aksi unjuk rasa yang belakangan diwarnai perusakan fasilitas publik mendapat sorotan dari kalangan pemuda. Di tengah menguatnya gelombang kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah, muncul kekhawatiran bahwa semangat demokrasi justru bergeser menjadi tindakan yang merugikan kepentingan masyarakat luas.

Ketua Pengurus Cabang Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kabupaten Sukabumi, Yandra Utama Santosa, menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin konstitusi. Namun menurutnya, hak tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan tetap menghormati aturan hukum dan kepentingan publik.

Yandra menilai penyampaian kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Bahkan, suara mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil selama ini telah menjadi salah satu instrumen pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Meski demikian, ia menyayangkan apabila aksi yang membawa aspirasi publik justru disertai tindakan vandalisme dan pengrusakan fasilitas umum.

“Kritik kepada pemerintah adalah sesuatu yang wajar dan harus dihormati dalam negara demokrasi. Namun kami menyayangkan jika aksi tersebut diwarnai dengan perusakan fasilitas publik yang sejatinya dibangun menggunakan uang rakyat dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

BACA JUGA : TIDAR Sukabumi Raya Gelar Tunas Satu dan Dua, Hergun : Bentuk Pemuda Jadi Calon Pemimpin Menuju Indonesia Emas

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang selama ini dikenal mampu menghadirkan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan bangsa. Karena itu, ia berharap gerakan mahasiswa tetap mengedepankan argumentasi, data, serta narasi yang membangun dibanding tindakan yang berpotensi memicu konflik sosial.

Ia juga mengingatkan bahwa demokrasi yang sehat tidak hanya ditandai oleh kebebasan menyampaikan pendapat, tetapi juga adanya kedewasaan dalam menyampaikan kritik. Perbedaan pandangan terhadap pemerintah seharusnya tidak menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum maupun merusak simbol-simbol yang menjadi milik bersama.

“Masukan yang bersifat kritis tentu diperlukan. Namun penyampaiannya harus dilakukan secara beradab, substantif, dan tidak mengarah pada tindakan anarkis. Demokrasi akan semakin kuat jika semua pihak mampu menjaga etika dalam menyampaikan pendapat,” katanya.

BACA JUGA : Yayasan Tidar Biru Sejahtera Percantik Jalan Mangkalaya Sukabumi Jelang HUT RI ke-80

Lebih jauh, Yandra mengajak seluruh elemen pemuda dan mahasiswa untuk tetap menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa. Ia menilai energi kritis yang dimiliki generasi muda akan lebih bermanfaat apabila diarahkan untuk mendorong perubahan melalui gagasan, dialog, serta pengawasan yang konstruktif.

Menurutnya, menjaga ruang demokrasi tetap sehat merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, perbedaan pandangan politik maupun kritik terhadap kebijakan pemerintah hendaknya tidak berkembang menjadi tindakan yang merusak fasilitas umum ataupun mengganggu ketertiban masyarakat.

“Demokrasi harus menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Jangan sampai semangat menyuarakan perubahan justru merugikan masyarakat yang ingin diperjuangkan,” pungkasnya.

The post Di Tengah Maraknya Aksi Protes, TIDAR Kabupaten Sukabumi Tekankan Etika dan Tanggung Jawab Berdemokrasi first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *