
Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI – Denting semangat perjuangan dari Palagan Bojongkokosan terus digaungkan Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi.
Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi, pemerintah daerah berupaya memastikan kisah heroik para pejuang tidak tenggelam oleh zaman.
Melalui program edukasi dan kegiatan budaya, Disbudpora mengajak generasi muda untuk mengenal lebih dekat sejarah perjuangan rakyat Sukabumi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya peristiwa Palagan Bojongkokosan di Kecamatan Parungkuda.
Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, menegaskan pelestarian sejarah tidak cukup hanya melalui buku atau cerita turun-temurun. “Generasi muda harus mengetahui bahwa Sukabumi memiliki sejarah perjuangan besar. Dari sana diharapkan tumbuh rasa bangga, cinta tanah air, dan semangat berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.
Untuk itu, Disbudpora menggulirkan berbagai kegiatan mulai dari kunjungan edukasi ke lokasi bersejarah, seminar kebangsaan, diskusi sejarah, hingga festival budaya yang melibatkan pelajar, komunitas pemuda, akademisi, dan tokoh masyarakat. “Program ini dirancang agar sejarah Palagan Bojongkokosan tidak terasa jauh atau membosankan bagi pelajar,” jelas Yudi.
Pendekatan budaya dan seni dipilih sebagai media yang lebih mudah diterima anak muda masa kini, sekaligus efektif menanamkan nilai kepahlawanan di tengah era digital. Seminar dan diskusi sejarah juga menghadirkan sejarawan serta akademisi untuk mengupas perjuangan rakyat Sukabumi menghadapi tentara Sekutu pasca kemerdekaan.
“Monumen Palagan Bojongkokosan bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan simbol keberanian rakyat Sukabumi yang rela bertaruh nyawa demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” tegas Yudi.
The post Disbudpora Sukabumi Hidupkan Semangat Palagan Bojongkokosan appeared first on Radar Sukabumi.



















